On Fri, 2008-03-14 at 03:07 +0000, Agus Hamonangan wrote: > http://www.kompas.co.id/kompascetak/namaperistiwa/ > > Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman (54) enggan > mencantumkan gelar akademik pada namanya. Dia pun rajin mempromosikan > hal itu kepada orang lain. > > Pria yang meraih gelar doktor dari Australian National University ini > berharap, tak memakai gelar akademik menjadi semacam gerakan moral > untuk memotong mata rantai kecurangan atau korupsi di negeri ini. > > Mantan Rektor Institut Teknologi Bandung ini prihatin dengan banyaknya > kasus ijazah palsu atau sekolah palsu yang menawarkan gelar tanpa > proses pendidikan. > > ââ¬ÂKatakan ââ¬â¢tidakââ¬â¢ pada gelar akademik dan > ââ¬â¢yaââ¬â¢ pada kemampuan > pengetahuan. Saya lebih senang dikatakan ââ¬â¢bapak itu pintar, omongnya > seperti doktorââ¬â¢ ketimbang ââ¬â¢doktor kok omongnya kayak > gituââ¬â¢,ââ¬Â > ujarnya > saat membuka Kontes Kreativitas Iptek Mahasiswa Nasional di > Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/3). > > Pria yang mengenakan batik biru bermotif kristal salju hasil desain > sendiri itu menambahkan perlu keberanian untuk memotong mata rantai > kecurangan tersebut. >
Kalimat .. hasil desain sendiri ... musti saya luruskan. Yang betul adalah... saya sering berdiskusi dengan sahabat kental saya (perancang batik dan pemilik www.komarbatik.com). Hasil diskusi kemudian sering ditindaklanjuti oleh rekan saya tersebut menjadi karya batik. Tidak jarang saya dapat hadiah (dalam artian diskon yang menarik) kala membeli batik dari sahabat saya tersebut. Saya suka sekali memakai baju batik, KK > ââ¬ÂPernah, mobil pribadi yang biasa dipakai anggota keluarga saya > letaknya di garasi lebih ke dalam dibanding mobil dinas. Saya lebih > suka memindahkan mobil itu, tidak meminjamkan mobil dinas saya. Karena > kalau begitu, sama saja saya korupsi...,ââ¬Â ujarnya. (EKI) > > > > >
