Banyaknya ijazah palsu, sekolah palsu dan gelar ini itu yang palsu, barangkali karena dengan punya "gelar" seseorang lebih banyak kemungkinannya untuk diterima masyarakat dan dihormati...
Kalau tidak ya, pasaran :"gelar" ini bakal sepi atau tak pernah ada! Kenapa kita suka sekali dengan berbagai gelar dan dipamerkan? Apakah datang dari rasa rendah diri tanpa "gelar" atau adakah sebab yang lain yang masih misteri? Pak KK kita ini menarik sekali, gelarnya sudah lama menghilang tak jelas rimba atau semak belukarnya... Yang lebih menarik lagi adalah baju batiknya yang berwarna biru bermotif kristal salju dan di-desain sendiri... Opo ora hebat! Kalau SBY pandai berlagu (album ke2 bakal muncul katanya) diam-diam Pak KK kita ini bagaikan Dior atau Cardin.... Semoga bakatnya yang sudah tidak terpendam ini terus maju, siapa tahu nanti ada "Festival Baju Batik Indonesia 2008"... All the best Pak! Salam Las Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: http://www.kompas.co.id/kompascetak/namaperistiwa/ Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman (54) enggan mencantumkan gelar akademik pada namanya. Dia pun rajin mempromosikan hal itu kepada orang lain. Pria yang meraih gelar doktor dari Australian National University ini berharap, tak memakai gelar akademik menjadi semacam gerakan moral untuk memotong mata rantai kecurangan atau korupsi di negeri ini. Mantan Rektor Institut Teknologi Bandung ini prihatin dengan banyaknya kasus ijazah palsu atau sekolah palsu yang menawarkan gelar tanpa proses pendidikan. âKatakan âtidakâ pada gelar akademik dan âyaâ pada kemampuan pengetahuan. Saya lebih senang dikatakan âbapak itu pintar, omongnya seperti doktorâ ketimbang âdoktor kok omongnya kayak gituâ,â ujarnya saat membuka Kontes Kreativitas Iptek Mahasiswa Nasional di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/3). Pria yang mengenakan batik biru bermotif kristal salju hasil desain sendiri itu menambahkan perlu keberanian untuk memotong mata rantai kecurangan tersebut. âPernah, mobil pribadi yang biasa dipakai anggota keluarga saya letaknya di garasi lebih ke dalam dibanding mobil dinas. Saya lebih suka memindahkan mobil itu, tidak meminjamkan mobil dinas saya. Karena kalau begitu, sama saja saya korupsi...,â ujarnya. (EKI) --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. [Non-text portions of this message have been removed]
