Ma'af Om Anton, betul itu saya dapat dari buku Manusia Indonesia karya Mochtar 
"Jangkung" Lubis....Secara pribadi saya sama sekali tidak kenal dan kurang 
mengetahui sepak terjang beliau selain buku itu dan koran Indonesia 
Raya-nya....Kalau Pram sejak kuliah sering baca bukunya yang saya peroleh 
secara sembunyi-sembunyi dari teman teman yang beraliran "Progresif 
Revolusioner".... 
  

anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Ach...tulisan Mochtar Lubis yang "Manusia Indonesia" tahun 1977 itu 
kan cuman penelanjangan karakter dia aja di depan umum.
Si Mochtar Lubis ini emang cerdas, tapi cemburuannya luar biasa dan 
juga nggak fair. Dia jelek-jelekin habis Bung Karno dan jelek-
jelekinnya nggak nanggung-nanggung ampe tahun 1974 sampe dia 
sendiri 'digebukin' sama orang yang dia puja : Suharto.

Dia juga senang menyerang orang lain tapi nggak berani pake nama dia 
langsung, contohnya waktu nyerang Pram habis-habisan tapi pake nama 
orang lain. Pram sendiri mengira yang nyerang dia adalah Achdiat, 
tapi akhirnya ketauan dia. Dendam Mochtar Lubis juga nggak nanggung-
nanggung ampe Pram mau dapet Magsaysay dengan cara kampungan Mochtar 
Lubis ngancem akan membuang Magsaysay award. Waktu kawan-kawannya 
disiksa di Buru, dia diem aja....seorang intelektual, seorang 
jurnalis dan seorang humanis tidak akan pernah berdiam diri dan 
menepuk tangan bila musuhnya sekalipun berdarah-darah karena ketidak 
adilan kekuasaan. Dalam hal ini saya sangat salut dengan apa yang 
dilakukan PK Ojong yang banyak diceritakan secara diam-diam membantu 
kawannya yang disiksa di Buru sana, bahkan menugaskan salah seorang 
anak buahnya untuk membantu proses intelektualitas kaum Buru.

Mochtar Lubis, bagi saya merupakan ikon dari jenis manusia Indonesia 
yang nggak sadar sejarah, pendendam dan tidak fair secemburu dia 
melihat Pram yang cuman sekolah rendahan kok bisa ngarang lebih 
bagus dari dia yang jebolan AMS.....

ANTON

Kirim email ke