Dengan info dibawah ini saya jadi bertanya-tanya : Pak Haniwar,pk. Bodo, pk Iwan K. masuk golongan 1 atau 2? Salam&Sori, H.Uno -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of MetNet Sent: Friday, April 04, 2008 4:15 PM To: [email protected] Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Kekeliruan dari Re: Sebelas Asumsi Keliru tentang harga listrik PLTN
Kekeliruan penilaian kalangan anti-PLTN disebabkan oleh dua dasar yg kuat : 1 Buat yg prof, artinya memang bekerja untuk jadi anti-pltn. Apapun datanya, harus produktif dan aktif jadi inti-pltn, Jadi atau tidaknya PLTN tdk merugikan bisnisnya. Di jepang, Amrik, Jerman dll, meskipun ada PLTN, kalangan profesional anti-PLTN tetap bekerja dg baik. Yg dibahas, selalu sama terus. = point = Pemerintah Jepang mengontrak 2-3 perusahaan untuk melayani greenpeace. ========= 2 Buat kalangan awam, artinya jadi anti-pltn bukan krn project. Menerima ketidakseimbangan informasi ttg PLTN, kehadirannya di lingkungan calon tapak PLTN belum diakui. Regulasi menyebut peranan aktif yg bisa mereka lakukan. Tapi kalau ikut demo dan dibayar, sudah termasuk kalangan prof. Salam Muhammad Subekti [Non-text portions of this message have been removed]
