Rekan-rekan FPK, terutama pak Haniwar, Sesuai janji, ini data yang terakhir di updated sekitar Feb. 2008 dari adresse: www.de.wikipedia.org/wiki/Weltenergiebedarf (dari situ klik bahasa ingris nya) Kebutuhan dunia akan energi sebesar 107.000.000 GWh per annum, sedangkan yang digunakan sebagai strom adalah 18.000.000 GWh p.a. berarti sekitar 17%. Datanya Germany: 4.070.500 GWh p.a. dan 550.00 GWh p.a. dijadikan strom listrik. Prognose/Forecast: Kebutuhan energi dunia meningkat disebabkan oleh cepatnya proses "globalisasi" terutama melalui penggunaan "telekomunikasi & internet" yang kian "murah" dan menggunakan banyak strom (karena jangkauannya telah kesegala peloksok, jadi quantitative tinggi). Hingga 2030 akan tercapai angka 160.500.000 GWh p.a. (naik 50%) dan 30 tahun kemudian akan mencapai 321.000.000 GWh p.a. Diperkirakan penyebab utamanya adalah berpacunya negara-negara berkembang (didominasi oleh China dan India) dalam menyamakan "standard hidup" nya dengan negara-negara industri barat. Mengenai "pro & contra" saya mencoba merenungkannya sebagai berikut: dengan asumsi bahwa "peran uang" itu benar adanya, coba telusuri dari mana asal usul modalitasnya. Buat yang "pro" .. jelas bukan dari "oil multies" atau industri raksasa seperti automotive atau komunikasi atau software atau chemicals atau dari suatu negeri yang menggunakan uang rakyatnya (pembayar pajak) .. melainkan hanya dari industri PLTN itu sendiri, yang notabene seluruh cost nya dibebankan pada pihak PEMBELI pltn itu sendiri .. jadi untuk menjamin keberadaan "financial source" tersebut tidak ada jalan lain, yaitu mendapatkan pembeli dengan jalan apapun (ringkas nya, no buyer no money and no activity). Dengan sendirinya menjadi JELAS motifasi pengeluaran uang itu untuk apa, yaitu untuk MENJUAL .. after that, not their business, alias finito .. the goal is achieved .. dan balik modal!! Nah sekarang coba renungkan, pihak mana kira-kira yang akan "mendapat" keuntungan bila pltn tidak ada yang beli .. apakah dari salah satu yang saya sebutkan diatas?? Impossible!! Jawabannya tak lain, hanya pihak yang perduli akan KELESTARIAN alam tempat tinggal kita, beserta seluruh isinya!!! Jadi seluruh kegiatannya adalah hasil kolektif dalam bentuk tenaga, pikiran dan donasi beragam pihak yang peduli, yang dasar pemikirannya tidak mungkin bertolak dari pertimbangan business .. mau dari mana baliknya itu (beragam) modal dari pihak kontra?? Dapat dibayangkan, dengan dungu nya kaum "pro" akan mengatakan .. ya dari produsen energi alternative? Dalam hal ini saya hanya dapat mengatakan, energi alternative is timeless, tidak seperti energi nuklir atau fosil lainnya yang mudah di prognose kapan "kempes" nya, jadi tidak perlu tanam modal gede-gede lagi untuk menang bersaing dengan pltn fisi, ditambah lagi duitnya masih dibutuhkan untuk men developed produknya sendiri, yang dewasa ini progress nya perlahan, tapi jelas arahnya!!! Salam, Bodo
--- In [email protected], Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > saya masuk golongan yang bicara ttg david dan goliath tapi menolak > bhw itu adalah analogi.. artinya merasa dirinya benar benar david.dan > goliath.....mimpi kali.. > > yg goliath tentunya ya pemerintah yg diwakili oleh para praktisi > pendukung PLTN > > sementara david ya biasalah rakyat kecil.. > > > > > ysemua juga tahu ada dana dr korea utk sosialisasi > > semua juga tahu sosialisasi PLTN ada biayanya... , > > nanti kalau PLTN jadi ya lah ada harapan dapat komisi paling > nggaktempat bekerja dgn upah gede.. > > tapi itu bukan intinya... > > > yg benar kita takut yg mau bikin PLTN nggak tahan iman buat > korupsi gitu lho.... > > yang benar kita nggak percaya bhw mrk bisa mengelola dgn baik PLTN > sehingga prosedur keamanan di ragukan mengingat mental buruk yang ada > di bangs aini saat ini > > yg benar kita yakin banyak alternatip energi lain utk ganti peran 10 > persen PLTN... > > yg benar kami percaya angka bagian PLTN dalam komposisi sumber energi > Indonesia pastilah masihbisa ditutupi dgn sumber energi lain... > > kalau merasa baik ya silahkan jalan.. tapi jangan dekat rumahku ya.. > > kapan sih pendukung pemerintah kalah ??? sdh ada dana dr > Korea..didukung UU lagi.. > > lha jelas sudah bahwa yg mau PLTN pakai kaca mata kuda.. to be or not > to be... kata lainnya gua mending mati kalau PLTN sampai nggak jadi dibuat.. > > serem deh.. > > sedang yang belum setuju .didri9kan dalam say 10 tahun dimuka.... > cuma nggak percaya bhw yg pakai kaca mata kuda.. mampu menjamin > keselamatan krn kebiasaan kaca mata kudanya itu lho.. > > perasaan pintar sendiri.. > > eh omong tentang impeachment kalau nggak bikin PLTN krn ada UU > nya.. spt dibilang pakMenteri.. > > saya kasih satu ilustrasi lagi... ada lho UU ttg kemitraan dimana > kalau ada Usaha kecil mensuplai ke pengusaha gede misal ke > hypermarket atau dept. store , maka dia harus dibayar tunai. > > dan kita tahu itu tak terjadi.. dan kita tahu pemerintah nggak > melakukan hukuman thd si gede.. dan tetap aja nggak ada impeachment.. > > itulah contoh betapa menyedihkannya issue bhw kalau nggak > melaksanakan UU PLTN lalu akan di impeach.. > > > > capeee deee... > > > dugaan saya para pendukung PLTN ( Subekti UNo ) terlibat dalam > pembangunan PLTN...atau setidaknya berharap kecipratan dalam proyek itu.. > > kalau proyek PLTN nggak jadi siapa rugi ?? > > kalau saya jelas masuk golongan yg nggak dapat materi apa apa kalau > proyek jadi ataupun tidak ( percaya deee smile) dan bersyukur bhw > boleh omong spt kata subekti ( cuma sorry kalau di bilang dapat info > nggak seimbang), emangnya kalau pro lalu dpt seimbang ..kaca mata kuda kali) > > .. dan akhirnya the decision is yours ( pemerintah, dan para > tokoh di ristek..yg merasa ahli nuklir) > > i am nobody.. > > sedih deh lihat cara ambil kesimpulan subekti yg bilang yg nggak > setuju PLTN karena nggak dapat info seimbang.. > > > sedih deh lihat yang anti PLTN .dibilang . melakukan kekeliruan.. > > > rasanya dia benar sendiri , atau memang termasus tim sosialisasi > bayaran pemerintah..yg mesti omoing begitu.... either you with us or > with them.. > > mesti nya sesudah omong banyak sesudah diskusi .banyak lalu . > merenung ......jangan kekukuh sendiri lalu nuduh orang nggak dapat > info seimbang atau keliru.. > > . > > dan jika anda termasuk decision maker... > > > now..the decision is yours dgn segala tanggung jawabnya dunia akhirat > > kami ini rakyat yg cuma berhak bicara dgn dasar nalar sehat kami... > > > FPK bukan tempat mencari sebuah kesimpulan akhir..... > > > sebenarnya ketika semua argumen sudah habis.. ya mending kita cari topik lain. > j > sekedar catatan kaki... anda tidakberhasil meyakin kami... dan kami > tampaknya juga tidak berhasil meyakinkan anda... .. > > anda anggap kami nggak dapat info seimbang..kami berpendapat anda > berkacamata kuda.. > > itu biasa. > > > dan harapan saya jalan tengahnya adalah PLTN ditunda aja dulu... > lha gas alam dan batu bara masih banyak ..tinggal jangan di jual > keluar negeri aja..drpd beli PLTN dr Korea atau yg bekas dr > Jepang... terus impor uranium.. dan bingung buang limbahnya ... > > hitung lead time. yg perlu utk bikin turnkey project PLTN... > > jadi yg pro menang juga..kan nanti disuatu hari yg tepat PLTN boleh > berdiri... tapi dalam waktu dekat ?? NO..! > > Haniwar
