Kita mengharapkan bapak presiden membaca tulisan ini dan melakukan perbaikan
jangan ditunda tunda. Kebanyakan wakil rakyat saat ini hanya bisa OMong DOang
(OMDO). Semoga ada pejabat yang sadar dan terbuka matanya untuk merealisasikan
janji2 masa lalu dan bukan janji kosong.
Salam prihatin
BS
stephanus Mulyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pogram yang seperti itu kalau dipaparkan dalam pidato pasti bikin
tidur.
Soalnya gak masuk akal. Itu dongeng apa program kerja?
Siapa yg bisa percaya pada program seperti itu?
Optimis tapi tidak realistis, sama dgn berkhayal gak ada dasar.
Memberi uang langsung pada orang miskin apa itu cara yg tepat untuk mengatasi
kemiskinan?
Coba saya tanya pada pembuat program itu.
Pernah jalan ke pedalaman Kalimantan gak? Masuk ke Kalbar, ke Kapuas Hulu.
Jalan negara hancur lebur sehingga transportasi macet total. Banyak kampung
masih terisolir, tanpa jalan yg bisa dilalui kendaraan. Contoh adalah kampung
saya.
Di sana penduduknya sebenarnya kaya. Pendapatakn karet melimpah. Tapi mereka
tetap saja miskin. Karena untuk menjual karet harus dipikul berjam-jam jalan
kaki. Sampai di tempat tengkulak, tengkulak yg menentukan harga. Karet terpaksa
dijual murah. Habis jual karet harus beli beras pada tengkulak. Tengkulak lagi
yang menentukan harga. Harga selangitpun terpaksa dibeli.
Buka ladang berpindah mereka tidak boleh, karena dituduh merusak lingkungan.
Tapi kalau perkebunan sawit boleh, karena dianggap lahn tidur.
Lahan sawah yg ada tidak bisa digarap karena tidak ada irigasi.
Anak-anak sekolah hanya sampai SD, maksimal SMP. Setelah itu kalau mau
melanjutkan harus ke kota. Kalau ke kota harus kost, biaya mahal. Orang tua
tidak mampu menyekolahkan anaknya.
Mutu sekolah di kampung sangat rendah, sehingga lulusannyapun tidak bisa
apa-apa. Sadar bahwa dirinya tidak bisa apa-apa anak-anak kampung malu
melanjutkan ke kota, akhirnya mereka berhenti sekolah. Lebih baik jadi penyadap
karet. Jadi penyadap karet mereka hidup di bawah lintah darat, dihisap sama
tengkulak.
Di kampung saya, air jadi masalah utama, terutama di musim kemarau.
Di sana juga tidak ada listrik. Penenrangan dengan lampu minyak. Harga minyak
setinggi langit.
Setiap kampanye pemerintah berjanji akan bangun jalan raya. Setelah
berpuluh-puluh kali pemilu, jalan raya tidak pernah juga dibangun. Kemiskinan
tidak pernah dituntaskan.
Tapi kalau orang miskin yang dituntaskan, itu benar. Saat ini sudah banyak
orang miskin yang ditangkap polisi karena mempertahankan lahan mereka yang
direbut oleh pengusaha perkebunan sawit.
Saya mita pada pemerintah, buktikan bahwa kemiskinan di kampung saya, dan
kemiskinan warga di ribuan kampung lainnya di Indonesia bisa dituntaskan tahun
2009. Fasilitas vital bagi masyarakat, seperti jalan raya harus dibangun.
Tidak cukup datang ke sana hanya dgn memberikan uang langsung pada setiap
keluarga. Berapa jumlah uang yg mau diberikan?
Jangan-jangan pemberian uang langsung itu hanya merupakan akal-akalan untuk
kampanye pemilu 2009?
Salam
Mulyadi
Lisman Manurung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Program pemerintah untuk menghapus
kemiskinan lebih
cepat dari capaian yang dicanangkan oleh badan-badan
internasional dalam MDG. MDG atau Milennium
Development Goal saja merupakan proyeksi untuk
menekan jumlah orang miskin separuhnya di dalam
beberapa tahun mendatang.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]