Benar mas Wal, Belanda yang menyediakan bahan "ramuan indonesia" dan bukan Majapahit. Sumpah Palapa itu tidak ada memorinya buat Indonesia. Boedi Oetomo-lah yang meramu menjadi Indonesia kemudian, melalui jalan panjang antara lain lewat Soempah Pemoeda. Panjangnya jalan itu terlihat, pada tahun 1945 baru sampai DI DEPAN pintu gerbang kemerdekaan. Jadi sebenarnya bangsa ini baru bisa memproklamasikan NEGARA, belum menjadi Indonesia yang sesungguhnya, yaitu yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.Kapan bangsa ini sampai ke pintu gerbang itu ? Nampaknya, pintu gerbang itu tidak terlihat oleh politisi. Karena mereka cuma melihat perut sendiri saja. Jadi ya gak akan pernah sampai. Nah kini mau pemilu, adakah di antara para kandidat yang melihat dimana pintu gerbang itu? salam, robama.
--- In [email protected], Wal Suparmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > Dalam KOMPAS hari ini dimuat buku yang ditulis oleh Bernard H.M.Vlekke, tentang Nusantara: Sejarah Indonesia. > Untuk kesekian kalinya terbukti pakar sejarah asing juga bisa menulis hal2 yang tidak benar seperti menulis ini,bahwa Imperium Majapahit berperan penting dalam menyatukan Nusantara karena telah menaklukkan kerajaan2 di Indonesia di bawah patih Gajah Mada. > Meskipun banyak kerajaan diluar Jawa dan bahkan sampai ke semanjung Melayu dan Thailand Slatan, pernah ditaklukkan oleh Majapahit, tetapi beberapa kerajaan Sunda yang letaknya hanya beberapa ratus kilometer dari pusat imperium Majapahit, TIDAK PERNAH ditaklukkan oleh Gajah Mada atau Majapahit. > Jika benar Majapahit yang menyatukan Nusantara yang nantinya menjadi Indonesia, maka daerah atau bangsa2 di semanjung Malaysia dan bagian Selatan dari Thailand, sekarang juga bernama Indonesia. > Saya tetap berpendirian bahwa pemerintah Belanda-lah yang membentuk HINDIA BELANDA yang telah mempersatukannya dengan menaklukkan BANGSA2 Jawa,Sunda, Makassar,Ambon,Papua, Batak, Dayak ,Bali,Timor,Maluku,Minangkabau , Bugis dsb, yang sekarang menganggap dirinya bangsa Indonesia. Jadi tidak termasuk bangsa Melayu atau Thailand. Tambahan lagi andaikata BENGKULU tidak dibarter oleh Belanda dengan NIEUW AMSTERDAM ( NEW YORK) dengan Inggris maka Bengkulu tidak akan menjadi sebuah provinsi di Republik Indonesia. > Wasalam, > Wal Suparmo > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] >
