Afrizal membantu kita menghadapi benda dan makna. Ia membawa kita pada kata 
yang berputar. Tapi bukan kata yang sembunyi. Kadang ia tunjukkan kenyataan 
dari sebuah negeri, yang disentuh pasar dari sebuah "transmigrasi" yang 
timpang: Barat ke Timur. Orang kaya yang datang untuk mengambil roti si miskin. 
Ibarat jatuh ketimpa tangga dua kali nasib si miskin itu. Sudah miskin diambil 
pula rotinya. Direbut roti dari tangannya. 

Kata orang si kaya di bantu oleh si mafia. Mafia dari luar yang bekerja dengan 
mafia dari dalam. Membentuk sebuah kesempurnaan. Riwayat dari ketimpangan. Dari 
sebuah tata yang semakin menghancurkan. Kata orang si miskin harus kita lawan. 
Kembalikan pada undang-undang. Yang di dalamnya rakyat jelata yang berkuasa. 
Awak bukan ahli ekonomi. Tapi memiliki sedikit kata, memang ada kaum papa itu. 
Tapi dengarlah. Ada yang ingin menjelma mafia baru. Yang tanpa risih berseru: 
kami liddle mafia. kami ohio mafia.

Aduh. Saya bertanya: mengapa tidak jadi mafia Sukarno waktu muda saja. Yang 
bangga akan wayang dari negerinya sendiri. 

Hudan Hidayat


      

Kirim email ke