Permisi moderator, bukan bersumber dari Kompas.

Emi



 
Dikutip dari Kolom Pembaca harian lampung Post, 26 
Juni 2008
BANGSA YANG SUKA RAPAT
            MENGAPA bangsa Indonesia 
tidak kunjung SEJAHERA??? Prof. Nagamo (Nihon University) membeberkan 
sebab-sebab kemandegan bangsa Indonesia.
Ada 
beberapa hal yang menggelitik, beliau utarakan sewaktu membahas tentang 
Indonesia. Adapun menurut beliau sebab-sebab kemandegan bangsa Indonesia adalah 
sebagai berikut:
1.      Bangsa Indonesia suka 
rapat dan membentuk berbagai macam panitia. Setiap ada kegiatan selalu di 
rapatkan dulu. Setelah rapat perlu dibentuk panitia, kemudian diskusi berulang 
kali, saling kritik, dan merasa idenya yang paling benar dan akhirnya 
pelaksanaan tertunda-tunda. Akhirnya kehabisan tenaga, dana, pemikiran, dan 
waktu hanya untuk sekedar wacana dirapat-rapat. Akhirnya tidak ada realitas di 
lapangan.
2.      Bangsa Indonesia 
sering tidak disiplin, terutama soal waktu!!!!! (JAM KARET). Beberapa orang 
asing yang pernah 
ditemui penulis berpendapat sama dengan Prof. Nagamo. Dan kebudayaan JAM KARET 
BANGSA INDONESIA sudah sangat terkenal 
dikalangan oramg asing
3.      Orang Indonesia 
banyak yang berprinsip "KALO BISA DIKERJAKAN BESOK 
KENAPA TIDAK MENUNDANYA", dengan kata lainsuka MENUNDA-NUNDA 
PEKERJAAN.
4.      Umumnya PEJABAT 
Indonesia tidak mau turun langsung ke lapangan. Beliau mencontohkan ketika 
beliau mau memberikan pelatihan pada para petani, pendampingnya dari Direktorat 
Pertanian, Departemen Pertanian datang dengan safari lengkap + dasi????!!!! !, 
padahal beliau sudah datang dengan work wear dansepatu bot (siap 
ke lapangan). Pejabat tersebut hanya memberikan petunjuk tanpa bisa turun 
kelapangan. Begitulah beluai menggambarkan orang Indonesia YANG HEBAT SEKALI 
DALAM BICARA dan MEMBERIKAN INSTRUKSI, TAPI 
OGAH TURUN LANGSUNG KE LAPANGAN.
 
Begitulah realitas yang ada di Indonesia , yang membuat 
bangsa Indonesia tak kunjung MAJU meskipun memiliki kekayaan alam yang 
melimpah. Kita yang kaya��bangsa lain yang 
menikmati. Sementara bangsa kita cukup menjadi buruh. Apakah ini bukan bentuk 
penjajahan baru??? Dan sampai kini kita belum merdeka.
Mudah-mudahan bisa menjadi bahan renungan 
kita
salam�.Prahara Iqbal Geo'01��
 NB: tulisan sudah mengalami penambahan 
kata


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Forum Pembaca KOMPAS :

1.Milis FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke