Hingar bingar (brisik sih emang) pemilu 2009 sudah mulai berisik, semrawut dan bikin rusak pemandangan aja. Bendera2 parpol tak berarti, tak membuat indah pemandangan udah mulai terpasang di sana sini. Bikin sepet mata. Sementara di sudut prapatan anak2 telanjang labih memerlukan baju dari kain2 yang dibuat untuk bendera (tapi dibalik itu, ini adalah rejeki besar bagi tukang sablon, pabrik textil tukang jualan tekstil dll he he he he, juga tentunya dunia usaha jenis advertising dan agency -nya)
Calon2 (yg ngakunya tokoh) dgn mulut nyinyir, berbalut senyuman aneh mulai cuap2 jualan uap. Ah, tidak ada yang istimewa, datar2 saja, tidak ada figur yang berani janjiin sesuatu dgn metoda2 nalar struktural yang bisa dibuktikan kelak. Sekedar slogan (membuat slogan cukup bayar seperak ke konsultan politik, beres). Ah ternyata, hiruk pikuk itu hanya sekedar buat rebutan lowongan pekerjaan, lowongan sebagai anggota DPR,DPD, Cagub, CaWali, Camat( eh Camat gak deh). Lowongan pekerjaan dgn gaji besar tanpa output kerjaan yang jelas. Tapi lowongan ini harus tetep ada katanya, karena sebuah patron bahwa negara salah satunya harus mempunya perwakilan rakyat dan punya pemerintahan. salam teguh santoso [Non-text portions of this message have been removed]
