Jelas yang diungkapkan sahabat saya Erick Soesilo ini 100% benar, 
aparat gagal menegakkan hukum dan undang-undang yang dibuatnya 
sendiri, suatu masyarakat akan taat hukum dan undang-undang bila 
penegaknya berhasil secara adil menegakkan dua hal tersebut.

Masalahnya aparat kepolisian dan aparat yang terkait malah menambah 
permasalahan di lapangan dan kadang-kadang hukum serta undang-undang 
dijadikan industri yang menghasilkan uang.

ANTON


--- In [email protected], "Eric Soesilo" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau ndak bisa membereskan masalah omprengan liar ya ndak usah 
gaji jadi alasan ketidakbecusan itu dong. Sebelum mereka jadi polisi, 
mereka sudah tahu kok kondisinya seperti apa. Jangan mencari 
pembenaran atas pelanggaran hukum yang diperbuat oleh si "keparat" 
penegak hukum.
> 
> penyimpangan yang besar awalnya adalah penyimpangan kecil, yang 
jika dimaklumin akan menyebabkan kerusakan mentalitas. Negara ini 
adalah negara hukum, semua sama di mata hukum, mau kaya atau miskin, 
mau pemerintah atau rakyat biasa, harus tunduk pada aturan dan hukum 
yang berlaku.
> 
> sudah saatnya tidak ada toleransi kepada pelanggaran hukum dan 
kunci dari penegakan hukum ada pada para penegak hukum.
> 
> Eric Soesilo
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> 
> -----Original Message-----
> From: toniy76 <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> Date: Tue, 29 Jul 2008 10:42:44
> To: <[email protected]>
> Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Konflik Angkot Vs Omprengan Tak 
Berujung, Sopir jadi Korban
> 
> 
> wuih ...serem benr comentnya om susilo ...saya dekat dengan aparat
> Kepolisian, commeent tsb harusnya diliat dari sisi universal dan 
bukan
> cm skeptis aja  , para aparat yang digaris dpn tersebut mrk hanya
> menjlankan tugas dan sedikit beraplikasi dengan kondisi yang ada,
> inipun dikarenakan dengan ketrbatasan penghasilan yang mereka dapat
> dari pekerjaan resmi yang notabene menegakan hukum dan dilingkari
> godaan   yang sangat menggoda, mohon dipahami pula aplikasi negatif
> yang dilakukan para parat polri khususnya yang bertgas dilapangan
> hanya sekedar "needy" dan bukan "greedy" seperti layaknya mr Hamka
> yamdu, mr kaban dan mr suzetta CS yang jika mereka tidak terima uang
> itupun  akan tetap bisa mereka jalan2 keluar negeri atau memberi 
uang
> jajan anaknya sebesar gaji polisi sebulan setiap hari, smg tangaan 
ini
>   bisa memberikan masukan buat para senior FPK sehingga dapat
> mengahsilkan pencerahan pula buat kondisi kenyamanan masyarakat dan
> juga Polri khususnya..
> 
> regards
> mr toniy
> busy smile
>


Kirim email ke