Mas Anton � Kalau nulis di milis memang enak: Bubarkan ini, Bubarkan itu.Ganyang ini, Ganyang itu. Lengserkan ini, Lengserkan itu. Kalau pabrik rokok mau dibubarkan dan dilarang di Indonesia saya juga tak masalah, wong saya tak punya saham di sana, juga bukan karyawan pabrik rokok tersebut. Saya mah cuma perokok aktif, dan itu pun pakai satu merk saja bukan semua merk dicoba. � Di Singapura juga tak ada pabrik rokok, dan ruang buat perokok amat dibatasi. Tak heran para perokok tiap weekend pada kabur ke Johor atawa Batam dan Riau Daratan. � Kalau bisa, Anda kasih solusi bisnis yang jitu, sebaiknya pengusaha rokok tersebut mengalihkan bisnisnya ke sektor apa? Lalu karyawannya yang ribuan tersebut tersebut mau diapakan? Bagaimana nasib pemilik dan petani kebun tembakau serta cengkeh? Apa solusi bisnis yang Anda tawarkan agar mereka tetap bisa survive? � Ingat lho, industri rokok juga menyokong hidupnya perusahaan lain, yaitu industri kertas, industri periklanan, industri media, industri hiburan dlsb. Ada solusi jitu untuk menambal income mereka yang bocor luar biasa? � Belum lagi ngomongin pendapatan pemerintah dari cukai..... � � � � � � �
--- On Thu, 7/31/08, anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Artis dan industri rokok To: [email protected] Date: Thursday, July 31, 2008, 12:13 AM Mestinya tidak hanya keras, tapi harus dilarang. Ke depan peradaban dunia mengarah pada manusia yang bebas rokok, sekaranglah saatnya kita mengobarkan semangat anti rokok. Kalau memang dana rokok overlikuid, sebaiknya bubarkan saja pabriknya dan bangun pabrik yang lebih berguna bagi kemanusiaan. Memperbolehkan rokok hanya menambah penderitaan bagi kaum pecandu. ANTON ANTI ROKOK!
