Mas Radityo, temenku maen gundu.... di Indonesia ini apa sih yang
nggak bisa dibubarkan, lha wong Masjumi,PSI, Murba, Manikebu, Gerwani
atau PKI bisa aja dibubarkan...kok pabrik rokok nggak bisa
dibubarkan????.

Persoalannya adalah niat baik politik, kemudian membangun kesadaran
mental bahwa merokok itu tidak benar. Persoalan tenaga kerja adalah
persoalan biasa dalam ekonomi makro, jangan paniklah mas....kalo
pabrik rokok tutup itu dampaknya tidak sebesar masa-masa krisis 1997-
1998. Kita saja bisa melalui masa-masa dan tidak membawa perpecahan
apa-apa. Kalau ada niat baik dan kesadaran kesehatan yang bagus dari
pemerintah, saya jamin pabrik rokok bisa ditutup.

Gak usah kasih solusi jitu mas radit, sampeyan tahu Putera Sampoerna
sendiri sudah kasih contoh mengalihkan bisnis rokoknya, karena dia
tahu bisnis rokok ke depan akan mengalami penurunan, tapi dia nggak
mau bubarin di juallah HM Sampoerna ke Phillip Morries dengan
pengalihan 40% saham dan price at premium sebesar 20% dari harga
pasar, dengan nilai nominal 18.6 triliun. Putera Sampoerna sendiri
mengalihkan bisnisnya ke berbagai macam portofolio termasuk rumah
judi Mansion yang lokasinya di Selat Gibraltar sana, dan juga rumah
judi ini menjadi sponsor utama kesebelasan Tottenham Hotpurs. Putera
Sampoerna juga masuk ke bisnis Property yang tonggaknya dimulai pada
pembelian Gedung Danamon, dimana arsitektur didalam gedung itu
dirubah seperti gedung administrasi jaman Hindia Belanda. Sampoerna
juga mengakuisisi beberapa perusahaan kelapa sawit dan menjadikan
Sampoerna Agro menjadi macan saham andalan di BEJ, lalu Putera juga
menawar Kiani Kertas, tapi karena makelarnya Lin Chen Wei kurang jago
jadi pembeliannya gagal. Jadi adalah pertanyaan cekak, bisnis apa
yang bisa dialihkan dari bisnis rokok dan saya tidak perlu
menguraikan solusi jitu, Mas Radit baca saja dari sepak terjang
Sampoerna mengalihkan bisnisnya. Termasuk sepak terjang keluarga
Gudang Garam yang sudah membangun bisnis pelampung bila suatu saat
Gudang Garam harus bubar.



ANTI ROKOK!


--- In [email protected], mediacare
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Anton
> �
> Kalau nulis di milis memang enak:
> Bubarkan ini, Bubarkan itu.Ganyang ini, Ganyang itu. Lengserkan
ini, Lengserkan itu. Kalau pabrik rokok mau dibubarkan dan dilarang
di Indonesia saya juga tak masalah, wong saya tak punya saham di
sana, juga bukan karyawan pabrik rokok tersebut. Saya mah cuma
perokok aktif, dan itu pun pakai satu merk saja bukan semua merk
dicoba.
> �
> Di Singapura juga tak ada pabrik rokok, dan ruang buat perokok amat
dibatasi. Tak heran para perokok tiap weekend pada kabur ke Johor
atawa Batam dan Riau Daratan.
> �
> Kalau bisa, Anda kasih solusi bisnis yang jitu, sebaiknya pengusaha
rokok tersebut mengalihkan bisnisnya ke sektor apa? Lalu karyawannya
yang ribuan tersebut tersebut mau diapakan? Bagaimana nasib pemilik
dan petani kebun tembakau serta cengkeh? Apa solusi bisnis yang Anda
tawarkan agar mereka tetap bisa survive?
> �
> Ingat lho, industri rokok juga menyokong hidupnya perusahaan lain,
yaitu industri kertas, industri periklanan, industri media, industri
hiburan dlsb. Ada solusi jitu untuk menambal income mereka yang bocor
luar biasa?

Belum lagi ngomongin pendapatan pemerintah dari cukai.....

Kirim email ke