Pesan saya pada Pak Fuad sebagai aktivis anti rokok adalah jangan terlalu mengeneralisir soal bahaya rokok, diperlukan kampanye yang lebih obyektif dan persuasif. Bukannya soal pemikiran yang berbeda, tetapi data Anda bertabrakan dengan data penyebab kematian lainnya. Misalnya lebih baik kata-kata dengan merokk itu tidak sehat, lebih sehat minum juss! Bukan rokok=kematian dengan kesan menakut-nakuti orang. Saya yakin pada dasarnya orang tidak mau merokok, tapi beberapa memang sudah tradisi, apalagi di negara timur. misalnya bagaimana Tunisia, bahkan suku Indian, rokok itu bukan gaya-gayaan, tapi kultur kebersamaan, bahkan agama, misalnya.
Kayak gitu-gitulah. Apalagi anak muda. Nah misalkan, bikinlah trend lainnya untuk mengalihkan anak muda dari budaya merokok. Tapi jangan dikit-dikit melarang, melarang dan melarang. Ini malah menimbulkan resistensi. Buatlah yang lebih persuasif misalnya, arahkan budaya merokok pada anak muda itu menjadi budaya membaca misalnya, atau membuat komunitas untuk berkarya. Soal merokok lebih banyak dilakukan orang miskin juga jangan digeneralisir, karena yang miskin sesungguhnya bahkan tidak mampu hanya sekedar memenuhi kebutuhan pokok misal akses air, makanan, dsb. Saya sudah sering turun ke dusun-dusun, saya juga aktivis yang akhir2 ini sedang membuat film dokumenter ke daerah tertinggal. Tidak ada yang merokok di sana. tidak terpikirkan oleh mereka. Yang ada menjual anak-anak gadisnya untuk jadi TKW. Nah, ini juga pelajaran penting yang harus diterima sebagai fakta lainnya. Mar On 8/26/08, Fuad Baradja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ya sudah mbak , > kayaknya saya gak mesti banyak merespon tulisan Anda , karena mungkin jalan > fikiran kita memang gak sama . > Yang saya dan teman teman di Jaringan pengendalian dampak tembakau (ITCN) > lakukan adalah berusaha menyelamatkan geberasi muda Indonesia dari dampak > buruk rokok , karena terbukti pemerintah kita tidak melakukan hal itu. > Di saat hampir seluruh masyarakat dunia benar benar telah memerangi rokok , > pemerintah kita justru menjadikannya sebagai produk unggulan yang akan terus > dikembangkan.. > Sudah terbukti bahwa rokok itu sangat adiktif dan mayoritas penggunanya > adalah orang orang miskin yang gak mungkin bisa melepaskan diri dari jerat > itu , apakah kita mau menjadikan anak anak mereka seperti itu juga . > Anyway , Thanks atas balasan balasan anda yang telah membuat saya lebih > bersemangat. > > Fuad Baradja > Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM-3) > Jakarta.
