Hehehe, itu berarti kita mesti tunggu 100 tahun lagi baru boleh ngebut, Bung 
Anton. Nanti saingan sama impian Olympiade-nya JK, yang mau bikin Olympiade di 
Indonesia 100 tahun lagi.
 
Bagaimana mungkin kaki-kaki mesin negara bisa dirombak dari kerangka paling 
dasarnya jika mesti tunggu "kehendak sejarah"? Sejarah kan dibentuk juga oleh 
kaki-kaki mesin negara yang mau dirombak itu?
 
Yang perlu dilakukan adalah "membuat sejarah sendiri". Dan ini yang bisa 
dicapai kaum muda itu, dengan catatan, mereka punya concern yang sama terhadap 
masa depan, dan bukan cuma cari jabatan politik. Kalau mereka mampu membuat 
sejarah sendiri, maka itulah lompatan kuantum tersebut.
 
Membuat sejarah sendiri tak bisa ditempuh jika mereka masih didikte partai, 
menggantungkan diri pada pemodal besar, atau memikirkan kepentingan pribadi. 
Jika ini terjadi, itu artinya mereka masih dikangkangi oleh hegemon sejarah 
yang dibangun oleh kaki-kaki mesin yang mesti dirombak itu.
 
manneke

--- On Tue, 8/26/08, anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: 200.000 Kematian Per Tahun akibat Merokok
To: [email protected]
Received: Tuesday, August 26, 2008, 9:13 PM






Waduh jangan lompatan Kuantum Pak, apa-apa yang dipaksa mendahului
kehendak sejarah, korbannya terlalu banyak Pak....berjalan saja
sesuai dengan buku petunjuk UUD lalu rombak semua kaki-kaki mesin
negara dari kerangka yang paling dasarnya. nah setelah itu baru
ngebut.

Anton

Kirim email ke