Pertanyaan saya:
  Apakah moral para wakil rakyat dari PKS memang seburuk itu ?
  Tidak terlibat (belum terbukti ikut terlibat) dengan Korupsi yang dilakukan 
oleh para anggota Dewan, belumlah cukup membantu mensejahterakan kehidupan 
rakyat yang sedang menderita.
  Apakah kepedulian PKS terhadap penderitaan rakyat memang sangat rendah atau 
sebetulnya memang tidak paham bahwa kebijakan Pemerintah terutama dalam 
menerapkan kebijakan neo liberal, mendukung kapitalisme, bisa berpotensi 
menyengsarakan rakyat?
  Apakah juga tidak terlalu faham betul apa artinya penggusuran terhadap rakyat 
kecil oleh Pemda DKI dengan cara menyita gerobak dagangan mereka, yang nota 
bene merupakan andalan rakyat kecil dalam menyambung hidup?
   
  Mengapa saya bertanya demikian????
  Soalnya belum ada tokoh PKS yang berupaya menjelaskan kepada rakyat apa 
keuntungan untuk rakyat miskin atas dukungan PKS terhadap kebijakan SBY-JK yang 
menerapkan kebijakan neo liberal serta dukungannya terhadap Kapitalisme??
  Juga tidak ada penjelasan apa keuntungan bagi rakyat miskin dengan disitanya 
gerobak dagangan mereka oleh Pemda DKI !!!.
   
  Untuk semua kasus tersebut, tidak ada penjelasan yang memadai dari PKS.
  Sudah seharusnya PKS menyampaikan pandangannya atas kebijakan yang diterapkan 
oleh Pemerintah, baik Pemerintah Pusat oleh duet SBY - JK, maupun pemerintah 
daerah.
  Tapi kalau memang ternyata PKS tidak terlalu paham apa sebetulnya yang dia 
dukung, ya sangat disayangkan sekali.
  Jadi ini sebetulnya bukan persoalan moral, tapi kompetensi.
  Artinya : Walaupun jujur tetapi kalau tidak kompeten pada bidangnya, ya malah 
bisa sangat berbahaya bagi keselamatan rakyat miskin.
   
  Saya sebagai pendukung PKS pada Pemilu 2004 menunggu penjelasan dari PKS apa 
sebetulnya yang terjadi.
   
   
  Salam,
   
   
   
  Adyanto Aditomo
   
  

Anthoni Roy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Saya setuju dengan pendapat anda mengenai PKS, bahwa dalam skala DPRD
(DKI) saja keberpihakan PKS kepada rakyat boleh dikata tidak terlihat.
Saya khawatir, akhlak dan moral yang dipertontonkan kepada publik
bukanlah landasan perjuangan mereka yang sebenarnya melainkan hanya
sebatas menjalankan ibadah individu. Padahal masyarakat DKI yang
mayoritas memiliki intelektual yang baik, memilih PKS agar bisa
menyuarakan dan memperjuangkan nurani masyarakat. Nurani masyarakat
adalah kebeningan hati dan logika yang lurus, yang mana seharusnya
sejalan dengan tag line PKS sebagai partai kader yang berlandaskan
nilai-nilai Islam. Meskipun sampai saat ini belum ada anggota dewan dari
PKS yang berurusan dengan KPK, tapi ini belum cukup bahkan jauh dari
cukup dan itu juga bukan ukuran prestasi partai.

Saya menjadi terusik untuk menanyakan apakah masih ada manfaatnya
masyarakat memilih caleg PKS dipemilu legislatif 2009? Sebagai pemilih
PKS dipemilu tahun 2004, saya kecewa.

Kirim email ke