Sebenarnya bukan hanya dalam skala legislatif saja cukup
mengecewakan. Di eksekutif juga PKS "belum" berbuat sesuatu. Saya
bisa katakan ini karena sebagai warga DKI yang bekerja di Kabupaten
Bekasi. Bupati Bekasi yang berasal dari PKS, memang tidak berbuat
korupsi. Tetapi .... Bupati tidak berbuat apa-apa pada saat terjadi
pelanggaran terhadap Outsourcing di wilayahnya. Perubahan dalam
bentuk Surat Edaran (SE) dibuat dengan terpaksa setelah kantor
diinapi oleh buruh. Seharusnya tidak perlu menunggu digugat oleh
buruh samapi menginap .... tetapi berbuatlah dan buktikan bahwa tanpa
dipaksa sudah menindak pelanggaran yang terjadi.
Bahkan, anehnya .... keluar pernyataan dari "staf Bupati" yang juga
berasal dari PKS bahwa sulit buat memberantas "pelanggaran" di
birokrat karena sudah mendarah daging. Kalo memang tahu terjadi
pelanggaran, toh tinggal buktikan, ganti. Khan Bupati pemegang
otoritas tertinggi di wilayahnya.
Sebagai pendukung PKS saat Pilkada Bekasi .... sia-sia kami memilih
anda
--- In [email protected], Anthoni Roy
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya setuju dengan pendapat anda mengenai PKS, bahwa dalam skala
DPRD
> (DKI) saja keberpihakan PKS kepada rakyat boleh dikata tidak
terlihat.
> Saya khawatir, akhlak dan moral yang dipertontonkan kepada publik
> bukanlah landasan perjuangan mereka yang sebenarnya melainkan hanya
> sebatas menjalankan ibadah individu. Padahal masyarakat DKI yang
> mayoritas memiliki intelektual yang baik, memilih PKS agar bisa
> menyuarakan dan memperjuangkan nurani masyarakat. Nurani masyarakat
> adalah kebeningan hati dan logika yang lurus, yang mana seharusnya
> sejalan dengan tag line PKS sebagai partai kader yang berlandaskan
> nilai-nilai Islam. Meskipun sampai saat ini belum ada anggota dewan
dari
> PKS yang berurusan dengan KPK, tapi ini belum cukup bahkan jauh dari
> cukup dan itu juga bukan ukuran prestasi partai.
>
> Saya menjadi terusik untuk menanyakan apakah masih ada manfaatnya
> masyarakat memilih caleg PKS dipemilu legislatif 2009? Sebagai
pemilih
> PKS dipemilu tahun 2004, saya kecewa.