yup, garuda (diambil dari bahasa sanskerta) adalah tunggangan dewa.
inikah alasan mengapa banyak olongan yg bersemangat mengganti sesuatu
yg ada di dadanya? 

--- In [email protected], iwan piliang
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam,
>    
>   Menarik juga ini pertanyaan. Jangan-jangan burung Garuda cuma ada
di angan, ya? Saya yakin banyak pakar ilmu hayat di sini, ada yang
bisa bantu jawab?
>    
>   Jika memang  cuma hayalan sebagai pengembangan wujud sejenis
elang, masih fair juga bila ada parpol yang memberi logo partainya
macam burung walet, ya? Lebih realitis, dan walet menghasilkan liur
yang bernilai ekonomi sangat tinggi:))
>    
>   wassalam,
>   iwan piliang
> 
> Erwan Susandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Maaf tidak dari pemberitaan kompas(tuk milis FPK), namun
jadi pertanyaan saya.
> 
> Diketidak tahuan saya.Mau nanya, kalau ada yang tahu:
> 1. Apa dan dari jenis apa burung garuda? Apakah pemakan tikus dan ular?
> 
> 2. Bagaimana suara garuda? Apakah suara seperti Elang? (sorry bukan
> ngeritik suara iklan salah satu parpol).
> Mohon pencerahan.
> 
> -- 
> U're my inspirations
> "HAMBIN BASAMAAN"
> (pikul bersama-sama).
> 
> Salam,
> Erwan susandi
> 
> Terima kasih anda telah berkunjung ke www.langsatborneo.blogspot.com
> 
> 
>                            
> 
>        
>        
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke