Nyantai dikit lah, gak usah tawuran apalagi perang. Numpang nanya kpd bung manneke - mula cs maupun ade armando - satria cs. Pornokah mereka ? 1. buka web kpu, langsung lihat orang telanjang (dada)... 2. ade rai dengan adegan-adegan otot kelelakiannya yang vulgar itu (perempuan juga ada yang terangsang lho) 3. pesenam yang belia dan mulus-mulus, bergerak-gerak dengan lentur tanpa peduli reaksi lawan jenisnya 4, senyuman sandra dewi yang menggemaskan.... 5. dst, dst. Untuk bisa menyaksikan/menikmati keindahan itu semua, saya harus banyak belajar manajeme4n syahwat kata gadis.... salam, robama.
--- In [email protected], Indradya SP <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear bos Zen, > � > Kalau kata 'perang' terlalu dramatis untuk Anda, pakai saja kata 'tawuran', biar lebih merakyat. Anda hanya mampu menangkap hiperbolanya tanpa memahami substansi yang saya maksud. Kalau Anda mengikuti thread ini pasti paham bahwa saya (dan banyak yg lain, mungkin) sedang berhiperbola. Diskusi dan debat porno ini sejatinya juga sebuah 'perang' (kata ini hiperbola lho), semua juga tahu itu. Dan hiperbola macam begini nggak usah dibahas. Itu hanya sebentuk kekuatiran. > Tanpa harus ada RUU Porno saja kita tahu ada beberapa ormas yang hobi bertindak sebagai polisi moral. Mungkin sekali-sekali�Anda harus mematikan komputer Anda, turun ke jalan dan saksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana gangster-gangster itu beraksi di jalanan...dan Anda akan berhenti�tertawa seperti Nagabonar.� > Dan maaf saja, kalau�cara berpikir�silent majority pendukung RUU Porno seperti Om Risyaf sang konsumen lendir, agak sulit untuk bersantai-santai tidak merasa kuatir. > � > - Indra
