Yth Rekan-rekan milis,
Sewaktu saya browsing dengan judul strategic planning, saya terkejut karena
salah satu
partai di Malaysia belajar dan menyiapkan diri untuk menyusun Strategic
Planning untuk Malaysia.
Ternyata mereka dibimbing oleh International Academy for Leadership asal Jerman.
Sebenarnya kalau mau Partai-partai di Indonesia bisa menyusun Strategic Planning
untuk Indonesia menurut prioritas,kebijakan dan prinsip yang dipunyai
masing-masing partai.Istilah kerennya priority, policy and
principle.Malaysia menggunakan Integrated
Result Based Management.
Tidak perlu dengan Jerman kok,karena banyak ahli-ahli Indonesia yang bisa
membantu,
dan bahkan di internal Partai juga ada jagonya.Mungkin hanya perlu di review
oleh tenaga ahli.
Ini akan baik,sebab kalau menang Pemilu sudah ada konsep yang bisa dipegang,
jadi
kalau sudah menjabat atau terpilih sudah ada garis partai yang jelas
dan tak usah mengarang-ngarang lagi.Jangan seperti istilah Sunda "siga
monyet ngagugulung kalapa",
bingung mau ngapain kalau sudah menjabat dan tidak mantap dalam
bertindak,sehingga
seolah-olah takut dikritik DPR atau organisasi lainnya.
Khusus untuk partai Malaysia mereka membagi topik dalam 3 hal yaitu peran
Business,
Partai Politik dan NGO untuk memajukan bangsanya.Mungkin ini adalah pola Jerman.
Kalau saya cenderung untuk melihat peran Akademisi/Perguruan Tinggi/Lembaga
Litbang;
Business dan Penyelenggara Negara yang secara sinergi menyusun Strategic
Planning,
atau dikenal sebagai Triple Helix ABG dalam kerangka Sistem Inovasi Nasional.
Pegangannya sudah ada yaitu Agenda Riset Nasional 2006-2009 yang telah disusun
secara baik oleh Dewan Riset Nasional.
Karena dalam strategi selalu dilihat faktor acceptability, feasibility dan
deliverability agar
terukur dalam arti dapat diterima secara nasional,secara
tekno-sosio-ekonomis layak dan adanya kemampuan untuk mencapai hasil
yang direncanakan baik dari sumber daya,infrastruktur dan aktivitas
sehingga sanggup dilaksanakan untuk mencapai hasil yang direncanakan.
Jadi tinggal dipilah Agenda mulai dari 1.pangan/food power,istilah pak Soegeng
Sarjadi,
2.energi,ketersediaan,harga terjangkau dan tersedia untuk jangka
panjang,3.transportasi
dalam arti strategi dan siasat agar pengusaha nasional bisa menjadi
tuan rumah di Indonesia,4.Teknologi Informasi dan Komunikasi secara
bertahap bisa digarap oleh usaha nasional,5.Pertahanan dan keamanan
secara terencana dipilih yang mana dulu yang akan dikerjakan oleh
industri nasional sesuai dengan kebutuhan Indonesia dengan prospek
untuk bisa menjualnya dipasaran internasional dan 6.Kesehatan dan
obat-obatan mana yang mulai digarap oleh industri nasional.
Kata pak Siswono semua bidang ini perlu strategi dan siasat/taktik,karena
setiap negara juga berusaha menyiasati negara lain.
Kalau menurut pak Siswono, harus pandai,cerdik dan lihay namun jangan sampai
jadi licik.
Kata beliau di Indonesia banyak yang pandai namun cerdik dan lihay
masih kurang apalagi amatiran yang banyak sehingga kalah dalam strategi
dan siasat.Disinilah perlunya pengalaman dari orang lapangan dan
ekspert nasional agar kita bisa sukses.
Ada baiknya selain leadership atau kepemimpinan perlu dilihat proses manajemen
yang
mengelola tiga unsur utama yaitu RIA,resources,infrastructure dan activities.
Agar tidak salah saya ambilkan dari literatur aslinya yaitu
Resources/Sumber Daya terdiri dari;
-SDM,Intellectual Property, Informasi,Organisasi yang
baik,Teknologi,Waktu,Pembeli,Distributor, Supplier,Peralatan dan
Komponen,Fasilitas dan Sumber Dana.
Infrastruktur terdiri dari;
-Tujuan,Sasaran,Strategi,Struktur Organisasi yang sesuai,Petunjuk
Operasional,Kebijakan dan Praktek Operasional, Kecenderungan Manajemen
yang efektif dan efisien atau korup,
Kemamumpuan para manajer dan pimpinan,Dukungan terhadap Inovasi
Nasional,Sanggup menerima risiko yang dapat diperkirakan/calculated
risk dan Komunikasi antar pelaksana.
Aktivitas terdiri dari;
-Business,Produksi,Proses,Sistem Informasi dan Data Base,Integrasi dari
seluruh kegiatan agar terpadu hasilnya dan sesuai dengan strategi dan
siasat, Pertinggi efektifitas dan efisiensi serta dukungan staf yang
ahli dalam bidangnya masing-masing dalam arti bukan
hail KKN.
Dari masing-masing elemem diatas bisa diberi bobot masing-masing ,sebagai
contoh
dari semua elemen yang paling tinggi bobotnya adalah SDM yang PRIMA,the
right man on the right place untuk Sumber Daya,dukungan terhadap
INOVASI bagi Infrastruktur dan kemampuan INTEGRASI dan sinergi untuk
Aktivitas pelaksanaan kerja dalam rangka mencapai hasil yang prima.
Bukan berarti elemen yang lain tidak penting ,namun bobotnya lebih rendah dalam
orde
25%,50% atu 75% dari bobot tertinggi.
Nah, mulai rumit dan mumet, apalagi kalau tidak menyiapkan terlebih dahulu.
Soalnya akan mudah asalkan kita siap mengelola prosesnya sesuai dengan tugas
orang perorang dan organisasinya yang rapi efektif dan efisien.
Selamat berhari minggu.
Salam Hormat,
Bakri Arbie
Pemrakarsa Team Sukarelawan Inovasi Indonesia.
[Non-text portions of this message have been removed]