Soeharto memang diktartor, sy pun pernah merasakan bagaimana pahitnya penjara soeharto tapi sepanjang kekuasaanya banyak kaum menengah atas menikmati kue orde baru yang terasa masih enak hingga saat ini. hingga membentuk kelas-kelas menegah baru yang saat ini masih bertahan dan menjadi elite-elite politik maupun ekonomi, soeharto memang salah , tapi kesalahannnya telah melahirkan fajroel rahman, budiman sudjatmiko, rizal malaranggeng, yahya muhaimin, rama pratama, dita indah sari dan masih banyak politisi muda yang lahir dari keditatoran soeharto. Kalau saja Soeharto tidak diktator, tidak otoriter tidak mungkin lahir politisi muda yang kritis saat ini mulai berkecimpung di negeri ini, AMBIL SAJA HIKMAHNYA Soeharto adalah masa lalu, demikian pula soekarno. marii kita kenang saja kesalahan dan kebaikannnya untuk menjadi pelajaran negeri ini di masa depan, yang baik kita ambil yang jelek kita tinggalkan, yang perlu di perdebakan adalah bagaimana synthesis dari kedua tokoh ini melahirkan sebuah INDONESIA BARU
--- On Fri, 14/11/08, manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Prihatin dengan Iklan PKS To: [email protected] Date: Friday, 14 November, 2008, 11:24 AM Kalau begitu, untuk eyang harto pun tak ada kompromi: Tetap katakan tidak!!! Eyang sudah menoreh luka dala riwayat hidup Republik berkali-kali. Menerima pemahlawanan eyang Harto adalah sebuah kebodohan. Bahkan para pembantunya dan pengikutnya pun pada saat-saat terakhir meninggalkannya dan turut menyuruhnya mundur. Rupa-rupanya, urusan dendam dan tidak dendam boleh pilih-pilih sesuka selera kita ya? manneke
