Kelangsungan hidup Bakrie secara tidak langsung adalah kelangsungan 
hidup Golkar juga dalam batas tertentu, menyelamatkan Bakrie  berarti 
menyelamatkan sumber pendanaan Golkar.

Kalau sekiranya perusahan   Bakrie dapat diselamatkan (dengan uang 
dari pemerintah), maka Bakrie tidak akan melupakan  Jusuf Kalla 
(ketua umum Golkar) yang aktif memperjuangkan kepentingan 
perusahannya dan ia diyakini  akan tetap memberikan dukungan dana  ke 
Golkar lebih lanjut :  "Anda bantu saya dan saya akan membantu Anda" 
sebagai political bargain yang mungkin nilainya tidak sebesar seperti 
sekiranya tidak ada kemerosotan nilai saham perusahannya seperti 
sekarang.

Motif ini sepertinya berlaku  juga dengan korban lumpur Lapindo, 
Jusuf Kalla / pemerintah  dianggap  tidak serius mendesak Bakrie 
untuk memikul tanggung  jawab penuh atas  korban lumpur Lapindo, 
karena  Golkar diyakini  masih  membutuhkan  Bakrie, sebagai salah 
satu sumber pendanaan partai,  terutama menjelang 2009.

Gautama Harsha

--------------------------------------------------------------
> Bambang Soetedjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kok begitu ya cara berpikirnya. Lagi2 hutang budi dijadikan dasar 
> pernyataan. Kasihan pemimpinku. Memang tidak usahlah kita milih 
> mereka lagi di pemilu mendatang.
> �
> Salam
> 
> 
> On Fri, 11/14/08, HENDRA WIJANA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> From: HENDRA WIJANA <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] (Kacau banget neh) Wapr 
> Membela Bank dengan menggelontorkan BLBI, justru keliru. Eh, yang 
> keliru malah dipertahankan. Ya, wis, jangan dipilih lagi orang 
> kayak begini pada pemilu nanti.
> �
> Salam
> �
> Hendra Wijana
>


Kirim email ke