Sebenarnya yang mau dijaga itu kelangsungan hidup perusahaan- perusahaan yang ada dalam Kelompok Bakri, atau kelangsungan kepemilikan saham Keluarga Bakri di perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh dan menyandang nama Bakri?
Saya melihat bahwa perusahaan-perusahaan yang ada dalam Kelompok Bakri itu baik-baik saja. Artinya, perusahaan-perusahaan itu masih menjadi tumpuan para pencari pekerjaan, dan perusahaan-perusahaan itu (mudah-mudahan) masih memberikan berbagai pajak kepada negara. Saya belum melihat bahwa perusahaan-perusahaan itu terancam gulung tikar dan karenanya perlu diselamatkan. Bahwa kelangsungan kepemilikan saham Keluarga Bakri dalam perusahaan- perusahaan yang didirikan oleh dan menyandang nama Bakri itu sedang terancam, itu memang benar. Tapi itu adalah kosekwensi dsri perusahaan terbuka yang bermain dalam sistem ekonomi pasar bebas. (Siapa suruh mereka menggadaikan sahamnya ke lembaga-lembaga keuangan internasional itu?). Kita ini memang aneh-aneh saja. Ngakunya konglomerat tapi berpikirnya seperti pedagang kaki lima. Horas, Mula Harahap
