Pak Haniwar,

Saya dukung juga untuk Impor daging dari Brazil.

Terlalu lama dikuasai oleh Australia & New Zealand untuk memprotect 
market mereka karena pasar besar yang terdekat dari mereka adalah 
Indonesia.

*konon ya, pembebasan indonesia dari PMK dananya dari australia, 
(saya cuma dengar cerita sih), agar Indonesia bisa dijadikan target 
market dari pasar australia.

Kalo ada daging dari Brazil ataupun negara lain yang kualitas 
dagingnya baik, harga komoditas daging di Australia akan turun 
(karena demand dari Indonesia akan turun) sehingga harga komoditas 
daging di Indonesia akan turun juga. Jadi saya setuju dengan Pak 
Haniwar, kalo biar komponen biaya transport akan diatur sendiri oleh 
pasar.

Apakah Lobby untuk menolak daging dari Brazil ada dukungan dari 
sponsor MLA (Meat Livestock Australia)?.  Bagi yang menolak daging 
dari Brazil, tolong diperiksa juga apakah under payroll dari 
Australia ga. 


 

--- In [email protected], Haniwar Syarif 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> At 10:57 AM 26-11-08, you wrote:
> 
> >pengusaha pendukung pengimpor daging dari Brazil memberi data 
klasik tentang
> >kekurangan pemenuhan kebutuhan protein hewani dengan tingkat 
konsumsi begitu
> >rendah dibanding negara lain, lalu memaksakan impor daging merah 
dari
> >Brazil, tidak cuma dari Australia dan Selandia Baru semata yg 
benar-benar
> >bebas PMK; seolah-olah bangsa ini begitu dahsyatnya kekurangan 
daging merah
> >seperti tidak ada alternatif lain. alternatif yang diajukan 
pengusaha macam
> >itu pun tidak ada sama sekali dan bilang tidak ada selain negara 
itu, seolah
> >kita harus impor daging merah itu semata untuk memenuhi kebutuhan 
protein
> >hewani. protein hewani kita tahu tak cuma dari daging merah, 
daging putih
> >pun tak kurang-kurang. pengusaha yang ngebet impor daging brazil 
pun memakai
> >dalih bahwa Dr Drh Denny Lukman yang menjadi tim penilai itu 
sudah bilang
> >bahwa resiko dari impor daging brazil yg riskan terkena PMK dari 
negeri yang
> >tidak bebas PMK itu sungguhlah sangat rendah bahkan dengan 
perlakuan ketat
> >dengan teknologi tinggi resiko itu dapat mencegah kemungkinan 
masuknya virus
> >PMK. Rupanya pengusaha ngebet ini tidak memakai seluruh penilaian 
Dr Drh
> >Denny Lukman yang selanjutnya bilang bahwa intinya karena segala 
sistem yang
> >kita punya tidak memenuhi standar yang diharapkan untuk mengatasi 
segala
> >resiko itu, maka resiko itu pun menjadi meningkat alias lebih 
tinggi.
> 
> 
> 
> boong lagi, drh Dennyybilang gini
> 
> 
> kalaua gak di apapan..maka saat ini   resikonya adalah extreme low 
( 
> ini aja udahrendah banget lho ) ..
> 
> lalu Denny kk  nyarankan ada upaya mirigasi spy jd     negligible 
risk
> 
> misal harus    ada lab  .lalu hrs ada dana bencana penyakit
> 
> 
> .kan saya udah bilanglengkapi aja lab nya.. lalu danna bencana 
memang 
> mesti ada tanpa perlu  diseburt spesifik utk PMK.. , tapi \utk 
semua 
> penyakit sejenis  misal
> 
>      ]
> 
> 
> >Pengusaha yang ngebet macam itu bisa jadi malah menyalahkan 
dokter hewan dan
> >pemerintah mengapa tidak meningkatkan keamanan resiko itu. 
Keadaan yang
> >sesungguhnya terjadi adalah ketika kita bebas dari PMK pada tahun 
dulu itu,
> >sesuai standar OIE semua peralatan untuk pemeriksaan PMK haruslah
> >dimusnahkan, dan negara bebas PMK tidaklah boleh menyimpan sama 
sekali virus
> >untuk vaksin (padahal untuk vaksin sediaan benih virus harus 
selalu
> >diperbarui), pemusnahan peralatan deteksi dan untuk 
penanggulangan virus PMK
> >saat pemberantasan dulu sungguhlah menghabiskan dana begitu 
besar! dan tidak
> >mungkin kita menyediakan peralatan itu lagi karena prioritas untuk
> >pemeriksaan penyakit itu kini ditujukan buat penyakit lain 
semacam AI/ flu
> >burung. kalaupun untuk memeriksa setiap daging tanpa jeroan yang 
sudah
> >mengalami perlakuan agar diyakini bebas dari PMK pun kita mesti 
ke Thailand
> >tak terhitung biaya dan waktu yang dibutuhkan. belum lagi faktor 
kesahihan
> 
> 
> tak terhitung biaya  mriksa ke thailangd bodo dee yg gakbis ahitung
> 
> 
> jadiingatNapoleon yg bilangkata tidakmungkin itu hanya ada kamus 
orang gila..
> 
> 
> >dan kebenaran yang diimpor itu benarkah dari zona bebas Santa 
Catarina di
> >Brazil yang sejatinya merupakan daerah bebas PMK tanpa vaksinasi 
yang sangat
> >kecil wilayahnya dan tidak cukup jumlah daging yang disediakan 
atau
> >diekspor, sangat memungkinkan daging asal Brazil lolos bukan 
hanya dari
> >daerah itu.
> 
> 
> kalau galk cukup ah bukan urusan kamu
> 
> urusan kamu ..cek ..apakah kita bisa   trace back bhw setiap  
dgaing 
> yg kita impor itu benar dr wilayah bebas PMk dan benar nggak ada 
PMK 
> nya itu aja.
> 
> 
> >Di sisi lain di dalam negeri kita sendiri, sistem otoritas
> >veteriner yang kita punya sejak reformasi malah terkebiri dengan
> >perangkat-perangkat keamanan kesehatan hewan menjadi begitu lemah 
(contoh
> >kewenangan kesehatan hewan masihlah bukan di dokter hewan 
sepenuhnya karena
> >aparat dokter hewan tunduk di bawah profesi lain di pemerintahan 
yang meski
> >secara politik tetap saja dokter hewan berpengaruh pada kebijakan 
namun
> >secara otoritas veteriner belulah sepenuhnya bisa terkontrol, 
hanya sejauh
> >memberi masukan dan menekan pemerintah sesuai dengan kekuatan 
disiplin
> >ilmunya;
> 
> 
> 
> lalu ini ngomong apa lagi
> 
> mau bilang drh yg sependpaat dgn  pemerirntah saat ini.. bukan 
drh ?
> 
> 
> mau bilang yg drh asli itu kalau menentang  impor dr Brazil. ( ayo 
> dong proporsional dlmbanggakan profesi)
> 
> Lha bagaoamana drh di UE , drh di Singapore ( iuni negara bebas 
PMK 
> juga lh0o ) bagaimana dgn di Filipina, Bagaimana dgn Malaysia
> 
> jangan dibalik begini lho..
> 
> "kalau anda drh maka anda harus menjadi penjaga monume.., kalau 
anda 
> setuju dgn aturan OIE ygmembolehkan impor dr zone bebas.. , maka 
anda 
> bukan drh."
> 
> 
> lucu ya kedengerennya, sama lucunya dgn ketika saya baca di 
> koran...  kata  kata Sitepu bhw karena menteri pertanian dan 
dirjen 
> peternakan yg bukan drh .. nggak bioleh ubah aturan ttg impor 
daging..
> 
> 
> O ya sekali lagi  .. kok gak jawab pertanyaan sy..  apakah  daging 
yg 
> diambil dr sapi yg sudah diperiksa post dan ante mortem dan jelas 
> oleh drh dinyatakan tak terkointaminasi virus PMk, lalu dilayukan 
> sedikitnya satu hari, lalu di bekukan .. lalu dikemas dlm 
karton.., 
> lalu dikiirmke Indoneisa melalui pelabuhan khusus tertentu shg 
mudah 
> di cek absahan impor nya.., lalu sebelum dikonusmsi dimasak dulu 
> ..   Apakah daging ini mungkin ada PMK nya ?
> 
> 
> jawab ya..sebelum ngoceh lagi ttg hebatnya drh  .penolak dagiug 
> Brazil...seluruh  argumen anda , kalau memang ada, ya tentang 
> hebatnya drh dlm buat monuen.
> 
> 
> Lalu sekali lagi ...., baca baikbaik ya . yg mau diimpor adalah 
> daging   yg bebas PMK.. Dan itu pasti ada krn gak ada keluhan dr 
yg 
> impor dgaing dr brazil bahwa multny7a  kena PMK..
> 
> udah baca belum saya postingkan kutipan tth filipina yg juga 
> impor,  Singapure yg juga impor  , dan bhw Brazil adalah eksportir 
no 
> 1 didunia dalam jumlah ( kalau dalam nilai , Australia no 1 (abis 
> mahal sih) , dan ternyata gak satu manusiapun yg makan daging 
impor 
> Brazil mulutnya kenra PMK spt Sitepu ?
> 
> tahu itu artinya apa >
> 
> Terus kamu anggap apa Prof. drh Malole ???
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> >lalu dinas peternakan yang ada bidang kesehatan hewannya dipreteli
> >dengan begitu banyak berubah wujud menjadi atau disatukan dinas 
lain yg tak
> >langsung terkait kesehatan hewan), menjadikan kondisi kita untuk 
jaminan
> >keamanan membentengi masuknya berbagai penyakit yang ikut produk 
asal ternak
> >seperti daging dari negara tidak bebas PMK bahkan penyakit-
penyakit lain.
> >malah hal itu yang membuat kita pun menjadi berpikir ulang untuk 
terus
> >mengimpor dari luar,
> 
> 
> uda dee.. suruh mrk concern pada jagal di Indioesnia yg buruk
> 
> perusahaan saya dulu pernah bikin penelitian bhw 
> kontaminasi   salmonella  aja gede banget  di RPH kita
> 
> 
> lalu ngapain tuh ayam ayam masih pada kena flu burung..  
bikinmonumen 
> baru yg sesuai jaman..
> 
> periksa tuu   sanitasi  di kios daging dipasar....inijauh lebih 
> merugikanmasyarakat dr pd sibuk giat anti dgaing dr daerah zone 
bebas 
> , yg sudah diijinkan OIE. Mikir gak sih kenapa OIE bikin zone 
bebas ??
> 
> 
> lalu mikir gak sih  krn sibuk urusi anti dgaing Brazil ( apa ada 
> duitnya ? )  yg gakjelas dimana merugikannya  , maka melalaikan 
> kebersihan jagal dan kios daging justru lebih nyata merugikan 
> konsumen ?  ( barangkali kalau ajukan proposal utk rapihkan jagal 
> dankios daging, bisa dpat duit juga lho walau sedikit, tapi 
> manfaatnya bagi rakyat banyak)
> 
> 
> terus berjuang jaga monumen lama sih.., yg kita orangawam ( bukabn 
> srh ) gak ngerti apa manfaatnya , kecualiterjadi 
mobnopoli "alami " 
> impor daging..
> 
> soal Brazil ...serahkan pada ahlinya spt banyak teman anda yg 
> berprofesi drh mendukungnya, ya spt Malole maupun tim risk 
assesement 
> , maupun teman sejawat5 anda di Singapore, Malaysa, Filipina .
> 
> 
> 
> 
> >  kita di sini memikirkan pula penyakit-penyakit enzootik
> >lain. dalam kondisi ini satu-satunya kemanan kita adalah tidak 
memberi
> >peluang masuknya daging dari negara yang riskan PMK meski ada 
secara zone
> >base bebas dari PMK.sungguh keamanan ketahanan pangan di sini 
sangat penting
> >artinya bukan hanya kepentingan sesaat bagi pengusaha-pengusaha 
yang suka
> >main hit and run yang pukul lalu melarikan diri karena pengusaha 
macam ini
> >tidaklah bakal sedia bertanggungjawab menanggung akibat bila 
segala resiko
> >yang sudah diingatkan dan selalu diingatkan betul-betul terjadi 
yang berarti
> 
> 
> coba dee drh nya belajar ke Btazili., disitu drh nya hebat hebat
> 
> disana ada bagian.. yg masih ada PMK .., ada yg  sudah bebas
> 
> .., bukannya mrk rugi bertrilyun trilyun krn masih ada virus PMK 
dinegaranya
> 
> malah untung ..dgn ekspor yg terus meningkat..., dengan populasi 
yg 
> terus meningkat
> 
> kita ?? di negaranya   konon udah bebas PMK.., lha  ,   kena 
> penurunan populasi.sapi ., kena glonggongan, kena impor terus 
meningkat..
> 
> gak kaya kamu ..cengeng banget..,sebenarnya  lindungui monopoli 
> impor  australi ( lha bayangkan kalau sekarang ini di cadnagkan 
aja 
> 400 rb ekor kali Rp,.10.000  utk mremastikan terus tersebarnya 
issue 
> bahaya PMK dr Brazil.., pastinya jumlah besar bagi penyebar issue, 
> dan nilai kecil utk \ngr pengeksportir ( lha harga sapi per ekor , 
> lebih dr 8 juta )
> 
> kamu tahu gak konsumsi rakyat Brazil itu sekitar 40 kg perkapita 
pe rtahun
> 
> konsumsi dgaing spai rakyat Indoensia cuma 1.7 kg  per kapita 
> pertahun. Argentina malah sekitar 60 kg..
> 
> hebat kanprestasimonumen kamu ??
> 
> 
>    .
> 
> 
> 
> >PMK masuk dan memangsa korban ekonomi yang begitu besar dan 
memporak
> >perandakan sistem ketahanan pangan kita yang kita bangun dengan 
memakan dana
> >begitu besar. paling-paling kalau hal ini terjadi pengusaha hanya 
bisa
> >menyalahkan pemerintah yang telah membuka kran impor negeri tidak 
bebas dari
> >penyakit macam PMK, padahal kalau pun pemerintah mengimpor itu 
tentu tak
> >kurang tak lebih juga karena tekanan pengusaha macam ini yang 
begitu ngebet
> >dengan segala dalih ekonomi yang semu.
> 
> 
> yang mana salih ekonomi yg semu ...kamu nulis gak pakai data.. ,   
yg 
> dipakaioleh mu cuma cap  cap an aja..semu lah mau untung wjangka 
> pendek lah..tabpa ilustrasi ...
> 
> gak diajari lebih spesifik dan kwalitatip ya ??
> 
> 
> 
> kalau saya kan bilang kita  bisa merujuk ke hsal risk assesment . 
yg 
> bilang resiko nya  extreme low, dan dgn tindakan mitigasi tertentu 
> jadi negligible
> 
> bahkan saya bisa.. menyarankan bbrp tindakan mitigasi tambahan  ( 
> udah saya tulis...baca dong.. jangan ngebacot tanpa data dan 
argumen, 
> lagi lagi.. , kamu argumennya 4 L , lagi lagi itu ..lagi lagi 
itu ... 
> mulut nya drh ada ygkena PMK)
> 
> 
> 
> 
> >  coba kita tanya saja pengusaha macam
> >ini, bersedia tidak menanggung akibat bila betul-betul terjadi 
akibat
> >masuknya PMK macam itu! untung pemerintah masih mendengarkan kata-
kata
> >dokter hewan yang memberi masukan kepada Mentan dan Presiden yang 
akhirnya
> >meninjau langsung kondisi negeri yang diincar untuk diimpor 
daging sapinya
> >itu. ah, santa catarina saja yang zone bebas PMK dan itu pun 
sangat kecil
> >populasinya...
> 
> 
> 
> tim risk assesment menganggap impor dari daerah bebas PMK yg masih 
> vaksinasi tapi dlm 3 tahun terakhir tidak ditemukan  virus 
> PMK..sebagai daerah yg resikonya juga extreme low..
> 
> baca nggak sih ?
> 
> 
> 
> 
> >lalu ada rencana kalau impor jadi itupun tidak mudah, mesti
> >ada tukar dengan kelapa sawit, dan dagingnyanya mesti tanpa 
jeroan dengan
> >perlakuan sangat ketat. setidaknya kita masih bernafas cukup 
panjang, sambil
> >terus menegakkan sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan, 
jangka panjang,
> >tidak semata mengejar keuntungan ekonomi jangka pendek;
> 
> 
> ayo dong mikir gimana mempercepat nya,,aku juga gak buru buru...  ,
> 
> kita siapkan baik baik smeuanya..
> 
> 
> 
> saya usul bagaimana kalau langkah pertama , kirim drh ke Brazil 
buat 
> belajar ( smile,.. pasti senang deh dapatt awaran belajar , terus 
> pada rebutan...).., lalu lihat bgmn mrk yg ada PMK di wilayah 
> tertentu, mampu  meyakinkan dunia  bhw PMk itu gak nyebabkan ruigi 
> trilyunan, malah untung
> 
> 
> ProfMalole uitu yakin banget .. bhw bahkan impor dr India  aja 
bisa 
> amanjika dilakukan dgn benar.
> 
> yg kedua .. bagaimana kalau kita anut juga sistim zone
> 
> 
> jadikan luar Jawa sbg zone bebas PMk.. , nah Jawa sih nggak usah 
ada 
> peternakan dee..Di zone beas yg kita pilih.. misal SDulawsi kita 
> perkeras syatanya. nah dengan ada barrtier laut .. gak mungkin lah 
> virus nya nyeberang ( kalau ada )
> 
> 
> Jadi kalau diimpor dr brazil ke Jawa aman kan ?/
> 
> 
> lalu pastikan semua dgaing  impor dimasak dulu sebelum di makan 
> konsumen  . ( lha pasti aja ..siapa lagi ornag indonesia 
makandgaing 
> mentah ? aman kan
> 
> 
> 
> 
> 
> >  di sisi kesehatan
> >hewan terus menegakkan sistem otoritas veteriner yang betul-betul 
membela
> >kepentingan secara menyeluruh. bahkan kepentingan ekonomi jangka 
pendek oleh
> >pengusaha ngebet macam itu pun patut dipertanyakan bila dikatakan 
harga
> >daging dari negeri jauh di benua belahan bumi lain itu lebih 
murah, ongkos
> >transpor hingga di tangan konsumen apakah tidak pernah dipikirkan,
> 
> SOAL ONGKOS  TRANSPOR BUKAN URUSAN KAMU..
> 
> KALAU GAK BISA DIJUAL KRN LEBIH MAHAL DR AUSTRALIA JUGA PASTI GAK 
ADA 
> YG IMPOR..
> 
> 
> 
> ada lagi yg bilang kenapa gak impor dr negara lain..kan banyak yg 
> sudah bebas PMK... Lha siapa yg larang.. kalau ada impor aja 
besok..
> 
> 
> 
> >  lalu
> >apakah pengorbanan dan pelecehan terhadap resiko yang sudah selalu
> >diingatkan oleh dokter hewan itu hanya semata-mata karena iri 
hati terhadap
> >pengusaha yang mampu impor dari australia dan selandia baru,
> 
> Pengorbanan   ???, lucu dee kamu.. kamu gak takut di cibiri orang 
> omong tentang pengorbanan diri ?
> 
> geuleuh ih.... biarkan lag ornag lain ygbicara ttg pengorbanan dan 
> penghargaan pada pengorbanan anda...
> 
> pelecehan thd resiko.. ?? lha apa gunanya bikin tim risk 
> assesement  .?? bukankah itu berarti resiko ditempatkan pada 
> tempatnya .. di asess  dulu
> 
> aku bilang dee.  , salah satu anggota tim risk assesment yg drh  
itu 
> pernah bilang pd saya.. emang susah Pak Haniwar, para penolak itu 
> argumennya memang Pokoke terus.., disini terbukti mana ada 
arbguemn 
> baru.., mana ada argumen saya di bahas.
> 
> terus ttg pengorbanan mulut Sitepu, .
> kepentingan ekonomi sesaat .aja  ( lha udah berapa saat kita dpt 
> dgaing sapi mahal.. tapi kita malahmundur terus ??)
> 
> 
> 
> >lau dengan
> >dalih-dalih mengimbangi impor ilegal dari negara-negara 
perbatasan di
> >kalimantan dan bukan malah mendukung pemberantasan impor ilegal 
namun malah
> >mau memasukkan secara legal dengan dalih-dalih ekonomi dan 
persaingan
> >bisnisnya yang oleh pembaca di forum ini pun penulis diingatkan 
jangan
> >mengaburkan permasalahan di luar esensi, sedangkan esensi 
sesungguhnya di
> >wilayah ketahanan pangan dan keamanan pangan yang sangat terkait 
erat dengan
> >bidang kesehatan hewan/kedokteran hewan yang berdasar otoritas 
veteriner
> >berdasar pendidikannya selalu mengingatkan akan bahaya penyakit 
yang akan
> >berdampak luas pada berbagai lapisan masyarakat termasuk
> >konsumen.(yonathanrahardjo)
> 
> 
> 
> lha anda aja bilang banyak drh yg setuju, bahkan dalan suatu 
debat ,, 
> kelompok Malole ( pendukung sistim zone) menang
> 
> jangan identikkan para penolak itu adalah drh bagus.. lalu yang di 
> seberananya sudah terkooptasi pemerintah
> 
> walau anda   jumlahnya lebih banyak sekalipun
> 
> tahugak.. orang ekonomi gak ada yg teriak kalau dengar Fadhil 
hasan 
> atau Drajad Wibowo komentar ttg ekonomi,padahal mrk sarjana Fak 
> Peratanian IPB lho bukan dari sarjana Ekonomi UI.. Kenapa orang 
> Ekonomi ngarti dunia ini luas... bukan kayakkamu yg mikir kamu 
doang 
> ahli di bidangmu..Lha Pak Teguh Budianto aja yg bukan drh bisa 
jadi ahli PMK ..
> 
> 
> eh jawab saya.
> 
> kenapa   Brazil gak rugi trilyunan spt anda gambarkn kalau 
Indonesia kena PMK
> 
> kenapa di Brazil gak ada drh mulutnya kena PMk
> 
> 
> kenapa di Brazil.. itui populais ningkat terus.
> 
> 
> kenapa di Brazil itu ekpsornya ningkat terus..padahal ada PMk di 
negaranya
> 
> Buat temanteman yg dukung saya .. terima kaish..pastinya bukan 
karena 
> anda ornag yg berpikir keuntunganjangka pendek spt di tuduhkanpak 
> Yonathan ini .. eh Yonathan dr media massa mana sih , kamu drh 
ya  ??
> 
> HS
>


Kirim email ke