Bu Yoke, Klo cuma anak ibu doank siyy yg homeschooling ga masalah.. Tp klo semua anak2 di jkt ini homeschooling demi untuk mengurangi kemacetan itu sih malah nimbulin masalah2 baru.. Seperti yg Ibu blng sekolahan formal sepi donk... Selain itu, -guru2 dan perangkat pendidikan lainnya mau dikemanain? -lingkup sosialisasi anak2 akan semakin sempit -anak2 akan krng memahami bagaimana berkompetisi yg sehat dalam berprestasi. -hanya anak2 orng kaya saja yg berkesempatan krn mahal Bu biayanya....
Saya punya teman kuliah yg dulunya homeschooling, saya kasihan sama dia krn yg saya liat mereka agak kesulitan dlm bergaul, berkompetisi, dan berorganisasi di kampus, saya dan teman yg lainnya hrs lbh pro-aktif menghadapi mereka agar dia tidak canggung. Bagaimana coba mau menghadapi dunia nyata apalagi di Indonesia khususnya jkt yg situasinya Ibu tau sendiri...keras Bu... Klo ekslusif begitu mana bisa tough nntinya Salam, Wina. A Powered by Indosat BlackBerry� -----Original Message----- From: Yoke Simbolon <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed, 26 Nov 2008 19:20:54 To: <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] RE: Mulai 1 Januari, Sekolah Masuk Pukul 06.30 He-he-he, nah ini nih..satu peraturan yang nda pake logika lahir lagi. Kenapa juga gak sekalian terapkan sekolah subuh aja ya?. Saya aja yang ibu tunggal walau mobile office, tiap pagi kalau harus nganter anak naik kendaraan umum, nda sempet mandi, karena sudah habis waktu untuk tetek bengek urusan dan kebutuhan anak. Next, sport jantung pula di jalanan, palagi kalau macet. Mikir terus jangan sampai anak telat apel. Kalau ya, mimpi buruk karena bayangkan anak disetrap satu jam pelajaran pertama. Di sekolah anak saya, disetrap means: duduk di lantai di luar kelas. Maka, tugas ibu demi anak tidak disetrap adalah: pinter-pinter cari alasan, bujukin guru lewat sms, excuse ini itu. Mana lah tega melihat anak disetrap seperti itu. Membangunkannya jam 5.30 aja udah stress ruaarrrrr biasa. Memang pemerintah tidak tahu banyak skeolah menerapkan masuk jam 7, kenyataannya, jam 6.45 aja udah apel pagi? Bukannya sekolah agama juga udah start pukul 6.45 untuk Tadarusan? Masuk lebih pagi nih, 6.30, terus apel sekolah jadi jam 6.00, gitu? Hm...para pejabat negara sendiri masuk jam berapa ya, supaya giliran "nguing-nguing' pengawalnya belasan pejabat negara yang bisa bikin macet itu tidak malah tambah bikun morat marit jalanan di Jakarta?. Itu aja dulu hapus dari protokoler negara, mungkin membantu traffic light, traffic jam. Kale... Jelas, saya protes nih, amat sangat tidak setuju! KPA harus voice out dong. Kemarin anak saya pulang sekolah sudah info lisan: "Ma, next masuk jam 6.30 ya." Kelihatannya banyak sekolah juga tidak menjadi kritis dengan aturan pusat, wis nrimo muluuuuuuu...pasrah wae gitu. Speechless maunya. Bis kerap aturan di negeri ini dibuat tanpa kajian dan 'asbun'. Kenapa sih selalu tidak berpikir, mencari penyebab untuk reduksi masalah, daripada lagi-lagi memberi beban tambah buat perempuan kepala rumah tangga? Kalau nda ada win-win solution, ya solusi saya sih, home schooling tuk anak, buat kurikulum sendiri, how to be a survivor for this country and the people aja deh. Gelar? Nda penting, anak butuh kognitif dan aplikasi untuk survive. Saya pikir semua ibu RT bisa jadi guru yang baik untuk anak-anaknya juga kok. Terus sekolah formal bakal sepi dong...... -yoke-
