Kalau saya tidak salah, usulan memajukan jam sekolah anak adalah untuk mengatasi kemacetan setiap pagi. Jadi, dengan kata lain, pemerintah DKI menganggap anak sekolah adalah penyebab kemacetan selama ini.
Bagaimana dengan kemacetan di sore hari setelah jam 17.00? Siapa penyebabnya? Pada saat itu anak-anak sekolah pasti sudah tiba di rumah, sudah bermain, sedang bikin PR sekolah. Karena anak sekolah tidak bisa disalahkan sebagai biang-keladi kemacetan sore hari, kira-kira siapa yang akan menjadi korban? Atau mungkin kemacetan sore itu karena anak-anak sekolah baru pulang dari les tambahan atau kursus ballet ... Jadi sebaiknya semua les atau kursus dihapuskan saja dan hanya boleh buka pada hari Sabtu dan Minggu. Saya bingung dengan cara-cara berpikir pendek, impulsif dan reaktif. /louisa From: Yoke Simbolon [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, November 27, 2008 10:21 AM To: [email protected] Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] RE: Mulai 1 Januari, Sekolah Masuk Pukul 06.30 He-he-he, nah ini nih..satu peraturan yang nda pake logika lahir lagi. Kenapa juga gak sekalian terapkan sekolah subuh aja ya?. Saya aja yang ibu tunggal walau mobile office, tiap pagi kalau harus nganter anak naik kendaraan umum, nda sempet mandi, karena sudah habis waktu untuk tetek bengek urusan dan kebutuhan anak. Next, sport jantung pula di jalanan, palagi kalau macet. Mikir terus jangan sampai anak telat apel. Kalau ya, mimpi buruk karena bayangkan anak disetrap satu jam pelajaran pertama. Di sekolah anak saya, disetrap means: duduk di lantai di luar kelas. Maka, tugas ibu demi anak tidak disetrap adalah: pinter-pinter cari alasan, bujukin guru lewat sms, excuse ini itu. Mana lah tega melihat anak disetrap seperti itu. Membangunkannya jam 5.30 aja udah stress ruaarrrrr biasa. Memang pemerintah tidak tahu banyak skeolah menerapkan masuk jam 7, kenyataannya, jam 6.45 aja udah apel pagi? Bukannya sekolah agama juga udah start pukul 6.45 untuk Tadarusan? Masuk lebih pagi nih, 6.30, terus apel sekolah jadi jam 6.00, gitu? Hm...para pejabat negara sendiri masuk jam berapa ya, supaya giliran "nguing-nguing' pengawalnya belasan pejabat negara yang bisa bikin macet itu tidak malah tambah bikun morat marit jalanan di Jakarta?. Itu aja dulu hapus dari protokoler negara, mungkin membantu traffic light, traffic jam. Kale... Jelas, saya protes nih, amat sangat tidak setuju! KPA harus voice out dong. Kemarin anak saya pulang sekolah sudah info lisan: "Ma, next masuk jam 6.30 ya." Kelihatannya banyak sekolah juga tidak menjadi kritis dengan aturan pusat, wis nrimo muluuuuuuu...pasrah wae gitu. Speechless maunya. Bis kerap aturan di negeri ini dibuat tanpa kajian dan 'asbun'. Kenapa sih selalu tidak berpikir, mencari penyebab untuk reduksi masalah, daripada lagi-lagi memberi beban tambah buat perempuan kepala rumah tangga? Kalau nda ada win-win solution, ya solusi saya sih, home schooling tuk anak, buat kurikulum sendiri, how to be a survivor for this country and the people aja deh. Gelar? Nda penting, anak butuh kognitif dan aplikasi untuk survive. Saya pikir semua ibu RT bisa jadi guru yang baik untuk anak-anaknya juga kok. Terus sekolah formal bakal sepi dong...... -yoke-
