Bikin kebijakan yang memengaruhi jutaan orang tidak bisa dengan asumsi2 tidak berdasar begini, Pak HS. Apalagi cuma bermodal 'ilmul yaqin'. Harus ada survei yang terarah dan terukur, dengar pendapat, dsb. Surveinya juga mestinya yang tepat sasaran. Saya kira sudah sering diingatkan oleh Pak Manneke (sayang cuma jadi angin lalu) bahwa seharusnya pemerintah fokus pada masalah pembenahan hal2 yg langsung berhubungan dengan kemacetan lalu-lintas, yaitu transportasi publik dan infarstruktur jalan. Dan kalau ingin tetap 'mengorbankan' anak sekolah, mestinya ada angka pasti berapa banyak anak sekolah yang berangkat naik angkutan umum, naik kendaraan sendiri, naik mobil jemputan, atau nebeng/diantar orang tua. Ini penting, mengingat asumsi pemerintah yang bilang bahwa jumlah anak sekolah di Jakarta adalah sekian persen dan menyumbang cukup banyak untuk kemacetan, sehingga mereka harus masuk sekolah lebih pagi. Sepertinya survei untuk ini tidak ada atau tidak terdengar, entah kenapa. - Indra
--- On Fri, 11/28/08, Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Mulai 1 Januari, Sekolah Masuk Pukul 06.30 To: [email protected] Date: Friday, November 28, 2008, 7:34 PM ah pak tukang angkotnya gak mau kehilangan uang yg biasa dia dapat waktu narikjam spt sekarang jadi langganannyamauskpa gian ya dia juga pakai bahasa asingnya sih aku ilmul yaqin pak HS
