Betul Pa', dari keterangan tukang ojek pagi ini. Sabtu-Minggu proyek
betonisasi jalan berlubang di Mampang tidak ada aktivitas sama sekali.
Pengerjaan baru dimulai Minggu malam jam 9an. Pagi ini saya sudah
berhasil melihat gedung kantor saya, tetapi kemudian saya baru sampai
satu jam setelahnya. Biasanya, dari posisi yang sama 10 menit kemudian
saya sudah bisa sampai. 

Setidaknya untuk diri sendiri, saya merasa telah salah memilih gubernur.
"Sejak Hari Pertama" (begitu slogan mereka) duet Pa'Fauzi dan
Pa'Prijanto sama sekali tidak terasa manfaatnya bagi masyarakat Jakarta.
"Sejak Hari Pertama" pula korban tewas dari pengendara motor terus
berjatuhan, baru setelah rame-rame pemberitaan di media kemudian
dilakukan penambalan yang sudah tentu dikerjakan secara asal-asalan
dengan kualitas material yang buruk pula.

Apa sih maunya pasangan Gubernur dan Wagub ini??? Sepertinya mereka
berdua ini tidak mengerti harus berbuat apa bahkan untuk persoalan yang
sifatnya sederhana sekali, apalagi bicara rencana strategis yang
sistematik. Lupakanlah, bahkan kecerdasan memimpinpun tidak terlihat
dari beliau-beliau ini apalagi itu para bawahannya??? 

20 Partai politik yang mengusung beliau juga harus bertanggungjawab atas
buruknya kinerja beliau-beliau ini. Mungkin sudah saatnya diperlukan
petisi warga Jakarta untuk pemakzulan Gubernur, setahun memerintah saja
tidak terlihat adanya kemajuan apakah kita masih akan menunggu 4 tahun
lagi? Kalau tidak kompeten, sebaiknya ikhlas untuk mundur. Adalah dosa
hukumnya kalau mengemban amanah tetapi tidak dijalankan sebaik-baiknya
apalagi kalau sampai kebijakannya menekan bathin rakyat yang notabene si
pemberi amanah. 

 

Wassalam,

Anthoni

 

________________________________

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of sonar
sihombing
Sent: Monday, December 01, 2008 9:19 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Rapor Merah buat Bang Foke

 

Bukan merah lagi kali rapornya sudah hitam bung. Soalnya pagi ini kita
terjerat macet luar biasa di sepanjang jalan Buncit Raya karena
pemajangan dua buah alat berat di tengah jalan sehingga jalur yang sudah
sempit karena termakan oleh Busway, kini termakan lagi oleh kedu alat
berat tersebut. Apa tidak ada kebijakan lain seperti menggunakan
perlatan yang bisa menyelesaikan pekerjaan penambalan jalan dalam waktu
cepat. Kedua alat berat tersebut sudah lima hari nongkrong di tengah
jalan dan hanya mengerjakan beberapa meter saja. Anehnya minggu kemarin
selagi libur sama sekali tidak ada pengerjaan perbaikan jalan.
Ini jadi siksaan bagi pengguna jalan dan sekaligus pemborosan BBM.

Kirim email ke