Pesawat terbang dan taksi sama-sama alat angkut. Pesawat terbang dikendalikan 
oleh pilot, taksi juga dikendalikan orang lain: supir taksi. Di kedua moda ini 
kita bisa ngelamun, namun dianjurkan tidak bercengrama dengan pilot atau supir.
 
Tetapi yang nyata berbeda: supir taksi dapat diminta berhenti dan meminggirkan 
kendaraan jika penumpang mendengar suara aneh klik-klik di roda depan atau 
belakang, agar supir memeriksa.  Namun,  saya yakin anda tidak minta 
pilot melakukan hal yang sama jika pesawat terbang yang anda tumpangi 
menimbulkan suara berisik yang mencurigakan. Yang terpikir oleh kita ialah 
satu: Apakah akan sampai di tujuan atau perjalanan hidup kita akan segera 
terhenti beberapa menit ke depan!
 
Jadi, biarlah ketika di pesawat lupakan sementara bisnis dan 
untung-rugi, keakraban bersahabat dan bercengkrama dengan orang 
tercinta. Matikan HP anda selama di dalam penerbangan, seperti layaknya kita 
masuk ruang ibadah!
 
 
 
 


--- On Sat, 1/24/09, Sulaeman_H. <[email protected]> wrote:

From: Sulaeman_H. <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Awas, Pakai HP di Pesawat Denda 200 
Juta!
To: [email protected]
Date: Saturday, January 24, 2009, 8:56 AM






Kalau yang punya kapal terbang mensyaratkan tidak boleh pakai HP selama
penerbangan ya terima saja. Kalau setuju ya kita naik, tidak setuju ya
jangan naik dan pakai kapa laut atau bus saja.

Tapi sebagai orang yang ingin melek sains dan teknologi saya masih agak buta
belum pernah menemukan penjelasan gambalang hubungannya antara system
komunikasi navigasi pesawat dengan frekuensi HP. Wong seratus orang memakai
hp dengan berbagai service provider disatu aula saja tidak menimbulkan
keluhan kebocoran misalnya pembicaraan orang lain masuk kedalam pembicaraan
di HP kita. Kalau sistem komunikasi navigasi pesawat sesensitif itu maka
berarti teknologinya memang belum secanggih yang saya bayangkan sehingga
masih bisa dikacaukan HP penumpangnya. Selama ini saya hanya mengasumsikan
seruan larangan ber-HP itu hanya sebuah seruan baik demi ketertiban saja dan
tidak serius menyangkut fundamental kelemahan mendasar teknologi pesawat
yang sedang ditumpangi. Jadi kalau benar adanya bayangan saya tentang
kecanggihan teknologi sekitar urusan pesawat terbang agak anjlok sedikit.
Ada yang bisa share?
Lagi pula dari banyak kecelakaan pesawat, penyebabnya justeru faktor
kerusakan mesin atau cuaca buruk atau kesalahan pilotnya.
SH

Kirim email ke