Saya baru baru baca di Kompas hari ini kronologi percakapan. Melihat konteks dan kronologis pembicaraan sampai kepada penyebutan satpam, menurut saya sang Dirut tidak mesti tersinggung kalau dia memang seorang intelek.
Saya perhatikan kutipan berikut yang dikatakan oleh sang anggota DPR: "...kalau hanya untuk melindungi bisnis para bohir, kualitas anda lebih dari cukup. Satpam dirumah saya sudah cukup". Yang perlu di jawab oleh sang Dirut adalah bahwa dia "bukan melindungi bisnis para bohir", jika hanya itu maka Satpam juga sudah cukup. Dan logika ini bisa jadi benar karena tugas seorang satpam adalah "melindungi"... On Tue, Feb 17, 2009 at 5:29 PM, Godlip Pasaribu <[email protected]> wrote: > Sangat wajar kalau Dirut Pertamina yang baru tersinggung. Memang begitulah > ulah para anggota DPR yang terhormat. Pertanyaannya kampungan dan sama > sekali tidak mencerminkan status mereka yang terhormat. Yang paling > menyakitkan si penanya sebelum dijawab sudah ngacir duluan. Mentang-mentang > anggota DPR maka menurut mereka boleh saja menyanyakan apa saja tanpa ada > etika. Simak kata-kata Effendi Simbolon yang benar-benar melecehkan dan > sinis. Sampai kapan pun sepertinya para anggota DPR ini tidak akan > berubah. Mereka merasa orang-orang super karena disebut Anggota DPR yang > terhormat. Salam.
