10/04/09 06:05

Golput Dan Demonstrasi Warnai Pemilu 2009


Makassar (ANTARA News) - Pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilu 9 April 2009 
di Sulawesi Selatan (Sulsel) berlangsung tertib dan aman, namun diwarnai dengan 
banyaknya warga yang memilih jadi "Golput" atau tidak menggunakan hak pilihnya 
pada waktu pencentangan di tempat pemungutan suara (TPS).

Meski panitia pemungutan suara di TPS telah membuka kesempatan untuk mencentang 
pada, pukul 07:00 waktu setempat, namun jumlah calon pemilih yang datang ke TPS 
masih sedikit.

Bahkan, beberapa TPS di Makassar terpaksa menggunakan alat pengeras suara untuk 
mengingatkan warga yang telah mendapat undangan dan tercatat dalam daftar 
pemilih tetap (DPT) datang ke TPS untuk menyalurkan hal politiknya.

Petugas TPS 13 kelurahan Kassi-Kassi Kecamatan Rappocin Makassar, Latif mengaku 
bahwa warga yang datang menggunakan hak pilihnya di TPS itu hanya sekitar 50 
persen.

"Kami telah melaksanakan tugas negara ini dengan baik, tetapi ternyata warga 
ada yang enggan datang memberikan hak suaranya ke TPS, sehingga pelaksanaan 
pemilu 2009 ini terkesan sepi, dibanding pada Pemilu 2004," ujar Latif.

Meski pelaksanaan pemungutan suara berlangsung tertib, namun diwarnai insiden 
unjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar oleh belasan 
pendukung salah satu calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Persatuan 
Pembangunan (PPP) yang melakukan protes terhadap KPU setempat.

Salah satu caleg dari PPP untuk DPRD Kota Makassar mengajukan protes, terkait 
dengan penggantian nomor urut dari nomor sembilan ke nomor sepuluh menjelang 
hari pemungutan suara tanpa sepengetahuan caleg bersangkutan.

Jumlah wajib pilih yang menggunakan hak politiknya di TPS 13 kelurahan 
Kassi-Kassi Makassar hanya 243 orang dari total yang masuk dalam DPT sebanyak 
481 orang atau hanya 50,07 persen.

Sementara di TPS 12 sebanyak 309 orang dari total 490 orang yang menerima 
undangan dari panitia pemungutan suara.

Kondisi serupa juga terjadi hampir di semua TPS di Makassar, sehingga jumlah 
warga yang menyalurkan hak politiknya diperkirakan hanya sekitar 60 persen dari 
total wajib pilih sekitar satu juta orang.

Suasana di TPS 1 Sawerigading kompleks SD Mangkura Makassar berbeda dengan TPS 
lainnya. Di TPS ini Gubernur bersama istri dan tiga anaknya menyalurkan hak 
politiknya.

Di tempat yang sama Wali Kota Makassar Andi Herry Iskandar bersama keluarga 
mencentang bersama dengan President Bosowa Grup yang juga Wakil Ketua MPR Aksa 
Mahmud bersama keluarga.

Selain itu, mantan Meneg BUMN Tanri Abeng bersama Istri dan seorang putranya 
yang juga caleg DPR RI mencentang bersama ratusan warga setempat.

Kehadiran gubernur bersama keluarga dan wali kota Makassar dan pejabat lainnya 
membuat sejumlah warga kesal, karena harus menunggu sekitar satu jam untuk 
melakukan pencentangan. Setelah rombongan pejabat tersebut meninggalkan lokasi 
TPS di halaman dalam kompleks SD favorit di Makassar tersebut.

Sementara itu, pelaksanaan pemungutan suara di kabupaten Gowa berjalan aman dan 
tertib. Bupati Gowa Ihcsan Yasin Limpo bersama keluarga menyalurkan hak 
suaranya di TPS Tombolo Sunggiminasa.

Bupati Ichsan usai mencentang melakukan peninjauan ke sejumlah TPS dan 
menyatakan cukup puas dengan kerja petugas di TPS, sehingga pemungutan suara di 
daerahnya berlangsung aman dan tertib. 

Pada Pemilu 2009 ini dua incumbent calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari 
daerah pemilihan Sulawesi Selatan (Sulsel) Azis Kahar Mudzakkar dan Aksa Mahmud 
sementara unggul dari 32 kandidat calon DPD lainnya.(*)

10/04/09 06:11
Golput di Kota Bekasi Cukup Besar

Bekasi (ANTARA News) - Pemilih yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap 
dan dikirimi undangan namun tidak datang ke TPS menyalurkan aspirasi politiknya 
di Kota Bekasi kemungkinan cukup besar, setidaknya bila dilihat dari empat TPS.

Dari pantauan ANTARA, di TPS XVI RT 4 RW II, Margahayu Bekasi Selatan, dari 208 
pemilih terdaftar hanya 145 yang menyalurkan hak pilih atau 69,7 persen, dan 11 
suara dinyatakan tidak sah.

Di TPS 72 RW 12 Jatiringin Jaya, Bekasi Selatan, dari 274 pemilih terdaftar 
hanya 187 yang datang ke TPS atau 68,2 persen sedangkan suara tidak sah 
sebanyak 12.

Untuk TPS XV Margahayu, dari 208 mata pilih yang hadir sebanyak 156 orang atau 
60,4 persen, dengan suara tidak sah 11 suara, sementara di TPS XIV dari 208 
mata pilih yang hadir sebanyak 157 atau 75,4 peresen.

Ketua KPU kota Bekasi, Tubagus Hendi Irawan, menyatakan banyaknya calon 
ternyata belum mampu meningkatkan partisipasi warga Kota Bekasi untuk 
menyalurkan hak pilihnya.

Hendi menyatakan, besar kecilnya partisipasi pemilih sangat ditentukan dengan 
kualitas calon, kepercayaan terhadap anggota dewan serta pemerintahan hasil 
Pemilu lalu.

"Saya memperkirakan partisipasi pemilih bisa lebih tinggi dengan banyaknya 
calon dan giatnya kampanye serta ajakan untuk memilih mereka dalam Pemilu 
legislatif," ujarnya.

Hendi menyatakan, apapun hasil Pemilu dan tingginya partisipasi warga yang 
tidak menyalurkan hak pilih harus diterima sebagai sebuah realitas dan menjadi 
pemikiran di masa datang.

"Kita harapkan dalam pemilihan Presiden nanti partisipasi warga bisa lebih 
tinggi, karena selama ini warga seringkali tidak puas dengan berbagai persoalan 
yang sering muncul di media akibat perbuatan anggota dewan," ujarnya.(*)

KPU: Demokrat Belum Tentu Menang
Kamis, 09 April 2009 | 23:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kendati survei semua lembaga yang melakukan 
penghitungan cepat (quick count) memenangkan Partai Demokrat, Komisi Pemilihan 
Umum menyatakan partai yang menjagokan Susilo Bambang Yudhoyono itu belum tentu 
menang. 

Anggota KPU yang mengepalai Kelompok Kerja Pemungutan dan Penghitungan Suara, 
Andi Nurpati Baharuddin, mengatakan hasil penghitungan yang sah tetap menjadi 
kewenangan lembaganya. “(Survei) itu bukan hasil akhir dan belum tentu benar,” 
kata Andi di kantornya, Jakarta, Kamis (9/4).

Andi mengingatkan masyarakat supaya tak terpengaruh hasil penghitungan cepat. 
Komisi baru akan menetapkan hasil penghitungan dan rekapitulasi suara pada 9 
Mei. “Hasil akhir tetap harus menunggu hasil penghitungan manual,” ucapnya.

Ia juga mempertanyakan pengambilan sampel oleh lembaga survei. Dari 519.520 
ribu lebih tempat pemungutan suara, kata dia, lembaga survei hanya mengambil 
dua ribu tempat pemungutan. “Walau mereka (lembaga survei) punya sistem 
sendiri, tetap saja ada sampling error,” tambahnya.

Menurut Andi, penghitungan cepat merupakan salah satu metode ilmiah. Tapi, 
hasil lembaga survei itu tak bisa menjadi alat bukti gugatan. “Yang bisa 
digugat hanya hasil penghitungan resmi kami,” lanjutnya.

KPU akan memulai proses penghitungan cepat melalui sistem teknologi-informasi 
pada Jumat (10/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Tapi, hasil penghitungan yang sah 
tetap menggunakan cara manual. “Saya harap semua pihak menghormati hasil 
penghitungan manual,” ujarnya.





09/04/2009 22:37 wib - Internasional Aktual
Demokrat Menang di Hongkong



Hongkong, CyberNews. Pemilu legislatif di Hong Kong berlangsung sepi, dari 6 
TPS yang disediakan di dalam gedung KJRI, terlihat hanya beberapa orang saja 
yang mendatangi TPS. Setiap TPS di lengkapi dengan KPPSLN yang berjumlah 8 
orang yang terdiri dari 1 orang ketua, 5 anggota dan 2 orang keamanan.

TPS mulai dibuka pada pukul 09.00 pagi waktu Hong Kong, dan ditutup pada pukul 
4 sore waktu Hongkong, kemudian diteruskan dengan penghitungan suara yang 
selesai pada pukul 19.30. Data PPLN Hongkong yang menyatakan ada 239 pemilih 
yang akan datang ke TPS, tidak terbukti, kenyataanya yang mencontreng hanya 151 
orang saja. 78 orang diantaranya berasal dari unsur buruh migran.

Sepinya pemilih di TPS KJRI Hongkong, berbanding terbalik dengan situasi di 
luar atau sekitar KJRI. Masih banyak buruh migran yang datang ke KJRI untuk 
urusan dokumen (paspor, visa,dll) dan tidak untuk memilih, namun akhirnya 
mereka memutuskan pulang lagi karena ada pelaksanaan Pemilu, Hari ini KJRI 
untuk sementara menutup pelayanan. Selain itu, masih banyak juga buruh migran 
yang datang untuk memilih namun tidak terdaftar sebagai pemilih, dan ini 
jumlahnya diperkirakan cukup signifikan.

Dari 151 pemilih yang datang ke KJRI Hongkong, Kamis (9/4), ada 8 suara yang 
tidak sah karena salah contreng. Untuk penghitungan sementara dari 6 TPS, 
pemilu dimenangkan oleh partai Demokrat dengan mengantongi 34 suara, kemudian 
Partai Golkar dengan 26 suara, PDS 22 suara, Gerinrda 21 suara dan PKS 18 
suara, serta sisanya beberapa partai lain.

Hasil tersebut akan dikompilasikan dengan suara yang dikirim melalui pos serta 
akan mulai dihitung tanggal 12-19 April 2009, selanjutnya diserahkan kepada KPU 
Jakarta pada tanggal 24 April 2009. 

(- /CN13)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ dan 
http://kompas.com/
3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota
4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]
5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke