Wah, saya sama sekali tidak setuju itu [boleh dong dissenting]... Kenapa?
1.  Kita sudah tendang/usir itu Belanda, kenapa sekarang minta tanggung 
jawab dia pula?
2. Situ itu dulunya lebar dan tidak ada penduduk di sebelah hilirnya. 
Kenapa mereka
diberi IMB saat membangun rumah mereka di hilir situ?  Bahkan 
Universitas pula [ini
gudangnya intelektual atau manusia tanpa visi ke depan akan marabahaya???]
3. Situ dipersempit dan tidak dijaga... masakan kesalahannya mau 
ditimpakan ke Belanda?
Siapa dong yang harus maintenance... masa Belanda?  Lama-lama nanti 
kalau Istana
Merdeka atau Istana Bogor runtuh, salah-salah Belanda pula yang dimintai 
tanggung
jawabnya...
4. Begitu penyerahan kedaulatan dilakukan... artinya semua tanggungjawab 
[hak dan
kewajiban/tugas/tanggungjawab] beralih  ke tangan bangsa sendiri - casu 
quo ke
Pemerintah RI - casu quo iter, regim SBY-JK - casu quo iter iter,  DPU .

Mang Iyus




      Posted by: "Wal Suparmo" [email protected]
      
<mailto:[email protected]?subject=%20re%3abls%3a%20%5bforum-pembaca-kompas%5d%20siaran%20pers%20infid%20-%20bank%20dunia%20harus%20iku>
        wal.suparmo <http://profiles.yahoo.com/wal.suparmo>


        Thu Apr 9, 2009 1:17 pm (PDT)

Salam,
Ada usul yang lebih baik lagi.
Sebaiknya  Pemerintah dan Rakyat Republik Indonesia menuntut 
tanggungjawab dan  minta ganti rugi yang setimpal, kepada Pemerinah 
Belanda, yang membuat situ di Gintung itu.Yang mengakibatkan banyak 
penduduk yang meninggal dunia dan kerusakan serta kerugian yang besar.
Wasalam,
Wal Suparmo

Kirim email ke