Untuk urusan business dan hubungan horizontal kemasyarakatan, dalam tradisi islam kerap disematkan kata-kata syariah, seperti Bank X Syariah, Hotel Y Syariah, ruang pertemuan (bersyariah), kolam renang (besyariah), dst...
Muatan Visi, Misi secara umum : Visi : menjadi......yang diridhoi Allah. Misi : menjalankan usaha......berdasarkan prinsip-prinsip ajaran islam dalam rangka amal makruf dan nahi munkar Dalam operasi kita bisa lihat: * Bank X Syariah : tidak ada transaksi bunga, dan unsur-unsur riba lainnya. Operasionalnya dijalankan berdasarkan prinsip bagi hasil dan bagi resiko. * Hotel Y syariah : tidak menyediakan makanan dan minuman haram, non muhrim tidak boleh sekamar dalam kondisi apapun * Ruang Pertemuan O Syariah : Pengantin laki-laki dan perempuan demikian juga tamu yang datang dipisah (ruangannya disekat 2) * Kolam renang H Syariah : jadwal pemakaiannya dibagi (khusus laki-laki: pengunjung dan petugas laki-laki; khusus perempuan: pengunjung dan petugas harus semua perempuan) * Rumah sakit S Syariah : pasien laki-laki dilayani oleh dokter dan petugas medis laki-laki, demikian pula sebaliknya jika pasien perempuan. * Dst....dst.... Jadi dalam Islam ok-ok saja asal tidak berlawanan dengan ajaran, nilai-nilai, dan prinsip-prinsip hidup yang islami. Tabik; RnB From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Teuku Moeda Abadi Sent: Wednesday, April 08, 2009 2:00 PM To: [email protected]; [email protected] Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Mohon Pendapat: Bagaimana Kalau nama Agama anda dijadikan merk Bar ? Boleh boleh saja, contoh Islam Bar ( tapi ya didalamnya harus berkelakuan Cara Islam ) biar ngak Cetek gitu.ngak boleh ada Al-Khohol....Boleh ada,ya mbok jangan diminum. Kemarin Budha Bar ( seharusnya ngak perlu Ribut ) kelakuan yang masuk mirip Budha atau tidak. Wess Kan?Kita jangan keburu kebakaran jenggot jika ada sesuatu yang berbau baru..gitu mas... [email protected] <mailto:teukumoedaabadi%40ymail.com> http://teukumoedaabadi.blogspot.com
