Bung Marnagan,
 
Berarti memang pengalaman kita beda.
Saya beberapa kali hadir di Rapat Akbar yang diselenggarakan oleh pemerintah, 
biasanya tiap hari Kemerdekaan 17 Agustus atau acara lain yang memang 
diselenggarakan oleh Pemerintah, sebagai penggembira dalam meneriakkan yel - 
yel tertentu.
 
Soalnya banyak juga Rapat Akbar yang diselenggaran oleh Ormas atau Parpol yang 
kemudian mengundang Bung Karno untuk hadir.
Ya bisa saja bila penyelenggaranya Ormas atau Parpol berupaya untuk mengambil 
hati Bung Karno dengan mengatur semua yel - yel yang harus di kumandangkan oleh 
seluruh peserta yang hadir.
Menjelang pembrontakan PKI, memang banyak acara Rapat Akbar yang dibuat oleh 
Partai2, termasuk PKI yang paling sering, baik di Istora maupun Stadion Utama 
dan itu umumnya mengundang Bung Karno untuk hadir.
Kalau pada forum seperti itu, yang merekayasa ya pasti dari pihak pengundang, 
bukan Pemerintah, dan thema pidatonya juga bukan masalah kenegaraan, tetapi 
masalah Partai tersebut.
Bung Karno kan tidak punya partai.
 
Kalau boleh bertanya, rapat akbar pada tanggal 30 September 1965 itu 
penyelenggaranya siapa dan themanya apa?
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo

--- Pada Jum, 1/5/09, [email protected] <[email protected]> menulis:


Dari: [email protected] <[email protected]>
Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Soal Tepuk Tangan di rapimnas Partai Demokrat
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 1 Mei, 2009, 6:51 AM


Sekolah saya dulu selalu ikut koor apabila ada rapat akbar di Senayan, biasanya 
diadakan di Istora.  Pada malam terjadinya G-30S pun ada rapat akbar di Istora 
dan saya juga hadir. Jadi saya berbicara berdasarkan pengalaman bukan asal 
ngomong. 10 menit sebelum BK memasuki Istora kita sudah latihan menyambut 
dengan kata2: "Hidup Bung Karno..Hidup Bung Karno.. Dan itu terus berlanjut 
sampai ada perintah diam. Tetapi waktu itu nggak ada yang mempersoalkannya dan 
semua melakukannya dengan happy happy saja.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke