Sambil menunggu terwujudnya FOSS, sementara kita sudah terbiasa dengan microsoft windows, apa tidak mungkin negara mengupayakan agar harga lisensi bisa terjangkau orang banyak. Kalau subsidi BBM ditujukan membantu kesejahteraan fisik, maka "subsidi" software akan membantu pembangunan intelektual.
Karena cukup banyak negara yang masuk priority watch list, tamparannya tentu tak sepedas rekor negara terkorup. Para pendukung fraud ada juga yang bersikap sepanjang teknologi bisa ditembus oleh teknologi, berarti suatu produk kehilangan keunikannya. Soal kapitalisme software yang bisa mengancam negara dan bangsa, memang harus diwaspadai dengan menggelar upaya cegah tangkal. Dalam kisah pewayangan sudah sejak dulu wanti-wanti memberi warning. Adalah seorang pemuda Bambang Ekalaya yang sangat kagum kepada begawan Kumbayana alias pendeta Durna sang mahaguru keluarga Bharata. Begitu kagumnya kepada sang begawan, si pemuda membuat patungnya dan dengan imajinasi belajar berlatih tekun didepan patung. Keterampilannya memanah bisa mengungguli Arjuna murid tersayang Durna. Untuk kepentingan negara Astina tempatnya mengabdi, Durna menuntut hak patennya dengan meminta jari tangan Bambang Ekalaya yang biasa digunakan untuk merentang busur dan melepaskan anak panah.... DJP --- In [email protected], "Agus Hamonangan" <agushamonan...@...> wrote: > > Oleh Kusmayanto Kadiman > http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/05/06/03312991/bangsa.pembajak.hak.cipta ... kebutuhan mendasar bagi pengguna komputer tanpa kekhawatiran melanggar HaKI dan tanpa pemborosan uang untuk membayar lisensi yang harus dibayarkan kepada pemilik...
