Bung Darman Purba, Selain masyarakat kita terkena penyakit Cepat Lupa, juga mayoritas masyarakat kita, terutama yang tinggal di pedesaan, sangat mudah terpukau oleh Citra seseorang. Padahal kita semua tahu bahwa Citra tidak pernah menyelesaikan persoalan. Bangsa kita hanya akan menjadi Bangsa Pemimpi. Salam, Adyanto Aditomo
--- Pada Rab, 6/5/09, Darman Purba <[email protected]> menulis: Dari: Darman Purba <[email protected]> Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Membaca Yudhoyono Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 6 Mei, 2009, 4:14 AM Boleh juga nih pendapat bung EEP, saya hanya unrun pendapat pak SBY yang dulu mengusung perubahan tahun 2004 utamanya adalah perubahan perekonomian. Nyatanya setelah 5 thn yang kita rasakan adalah perubahan semakin sulit. Banyak duit beredar tapi peredarannya hanya pada pasar uang dan di bank. Rasanya sebagai rakyat tdk bisa menerima ini prestasi pembangunan. Indonesia yang mayoritas petani tapi pembangunan revitalisasi pertanian rasanya masih jauh dari harapan. Mana irigasinya ada mah pada jebol, pukuknya menghilang yang dipersal;ahkan adalah rencana kelompok tani, bahkan bibit unggulnya pun walau msh ujicoba tapo super letoy. Apalagi kalo dicermati iklan penurunan BBM, yang tentunya sangat menyulitkan keseluruhan msyarakat terkecuali yang dihutan bisa cari kayu bakar. Tapi hutannya jadi tambah gundul, soalnya rakyat di desa back to basic. Tadi malam di Metro TV bung EEP berkomentar lagi kakau pa SBY pintar mengambil manfaat pada kemampuan orang lain (JK). Inilah pencitraan yang dibangun. Sejahterakah kita dengan CITRA, realitasnya nihil. Inilah kesempatan pada saat musim ini untuk terlibat menentukan bangsa ini kedapan. Rasanya yang dicita-citakan pendiri negeri ini sudah banyak dilupakan, karena kita mengidap penyakit cepat lupa.
