Kemaren Pak Gun sekarang Pak Bud. Saya nuggu Pak (Gus Dur). Saya kangen sama ulasan bola nya. Boleh juga munculin Pak Shindu. Bisa lebih rame dari waktu jelang kompetisi bola dunia kalo mereka ikutan. Ini baru bacaan!!! Kalo sudah selesai biar Pak Rosihan yang ahli memori turun.
--- Pada Jum, 8/5/09, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Membaca BaS Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 8 Mei, 2009, 10:43 PM Pak DJP, Hahaha...maaf pakai kode morse karena ngetiknya di HP. Dan saya tak mengatakan ada 1 pasangan yang hanya jadi penggembira, saya kira ketiga duet relatif sama kuat dan mungkin hasil pilpres 2004 bisa dijadikan sebagai rujukan awal. Saat itu SBY-JK merebut 60 jutaan suara, sekarang bisa jadi suara itu terpecah karena mereka pisah. Mega merebut 40 jutaan, Wiranto sempat pula merebut 20 jutaan suara di ronde pertama. Pertanyaannya, apakah selera 70% rakyat di pedesaan masih sama dengan tahun 2004? Jujur saja saya tak tahu. Tetapi, yang agak jelas adalah rakyat perkotaan seperti kita bukanlah penentu kemenangan salah satu pasangan. Tapi, sekali lagi, analisis yang paling ilmiah pun takkan mampu memprediksi hasil Pilpres 2009 selama kekisruhan DPT tak segera diselesaikan. Dan saya agak pesimistis masalah ini bisa segera dituntaskan karena birokrasi di negeri ini tak terbiasa bekerja cepat, efektif dan efisien. Wass, bas Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network
