Bung Ronal, Pesawat Herkules ini adalah pesawat yang sangat handal dikelasnya dan potensi untuk jatuh sangat kecil. Sebabnya dia memiliki sayap yang lebar, sehingga pada ketinggian yang cukup (saya gak tahu berapa minimalnya) pesawat ini bisa tetap meluncur kebawah walaupun seluruh mesinnya mati, sehingga Pilot punya waktu dan kesempatan untuk melakukan pendaratan darurat, yang katanya cukup dilapangan rumput sepanjang 300 m saja. Sebelum pesawat jatuh, ketinggiannya ada di 7.000 kaki atau sekitar 2100 meter diatas tanah. Yang perlu diselidiki adalah: apakah dalam ketinggian itu, bila tiba - tiba seluruh mesin pesawat mati, Pilot punya waktu yang cukup untuk melakukan pendaratan darurat. Jadi andaikata ada kesalahan teknis saat para teknisi melakukan service untuk persiapan terbang, potensi jatuhnya pesawat sangat kecil, dengan catatan pesawat tersebut saat seluruh mesinnya mati telah memenuhi ketinggian minimal yang diperlukan. Kondisinya akan sangat berbeda bila Pesawat Herkules tersebut ternyata tidak bisa terbang tinggi, dalam rangka berjaga - jaga bila seluruh mesin pesawat mati secara mendadak, akibat penggunaan suku cadang yang sudah diluar toleransi yang diberikan oleh pabrik Pesawat. Kalau ini yang terjadi, ya namanya konyol betul. Salam, Adyanto Aditomo
--- Pada Jum, 22/5/09, Ronal Baharuddin Hutagaol <[email protected]> menulis: Dari: Ronal Baharuddin Hutagaol <[email protected]> Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Hercules Jatuh karena Tiada Suku Cadang? Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 22 Mei, 2009, 10:14 AM Kalau tidak salah di berita yang saya tonton di beritakan kalau pesawat Hercules yang jatuh ini telah di periksa rutin pada tanggal 9 mei 2009, jadinya belum lama di service. Dan menurut prediksian saya, pastinya pesawat ini sudah uji terbang setelah perawatan tanggal 9 Mei 2009. Lalu, tempat landasan dari jatuhnya pesawat hanya berjarak +/- 5Km. Jadi kesimpulannya pesawat ini sedang terbang tidak terlalu tinggi karena sudah siap2 mendarat. Karena pesawat TNI tidak ada blackbox-nya (katanya, kalau tertembak jatuh data2 rahasia TNI nantinya tidak tercuri), maka harus dicari musabnya kenapa terjatuh. Jadi, kalau saat ini opini Publik adalah karena sudah usang, bisa jadi tidak begitu, bagaimana dengan para teknisi yang telah men-service rutin pada tanggal 9 mei (belu 2 minggu). Kemungkinan2 yang terjadi diketinggian yang kurang tinggi bisa saja waktu pesawat ini hendak turun menabrak burung, bisa saja co-pilotnya mengantuk (berangkat pagi), dan alasan2 lainnya. Kita tunggu hasil pencarian fakta dari pihak TNI AU yang sedang mencara musabab dari jatuhnya pesawat ini. Thx RBH
