Tahun 1999 saya mengalami sakit pinggang luar biasa, kemudian saya menghubungi 
Dr Orthopedi yang praktek di RS yang berlokasi di Jln Gatot Subroto, yang kedua 
kalinya saya datang lagi karena sakit makin menjadi dan selalu ingin pipis. 
Karena Dr Orthopedi belum datang saya memeriksakan ke Dr Urolog, Dr ini 
langsung meminta saya di rawat nginap. Setelah saya menjalani beberapa test 
laboratorium oleh DR tsb  diharuskan operasi prostat. Untung isteri saya tidak 
setuju karena akan minta pendapat kedua dari dokter lain mengingat waktu itu 
operasi prostat bisa menimbulkan side effect yang mengganggu.

Betul oleh seorang Dr lain setelah test MRI ditemui bahwa syaraf tulang 
belakang saya terjepit akibat keropos tulang yang penyebabnya dicurigai karena 
TBC tulang. Pendapat ini diperkuat oleh seorang ahli pengobatan alternatif di 
Pandegelang. Pengobatan keduanya saya ikuti krena yang alternatif hanya melalui 
pijatan halus tampat obat. Alhamdulillah saya kemudian sembuh.

Pada tahun 2003, besan saya menjalani operasi prostat pada Dr Urolog yang sama 
di RS Jalan G. Subroto. Betul side effect sangat mengganggu selain pipis terus 
menerus juga dia juga mengalami pendarahan. 

Rujukan di RS M Elizabeth menyatakan bahwa besan saya tdk terkena penyakit 
prostat, pendarahan akibat salah operasi.

Beberapa bulan kemudian besan meninggal dunia.

Kirim email ke