Bijak memang perlu namun bijak yang tidak merendahkan martabat sendiri. Apka bijak jika ada wilayah kita di sumatera yang dijadikan ajang latihan asing sedemikian sehingga bahkan pesawat kita sendiri tidak bebas memasuki wilayah kita sendiri. (ingat kasus pesawat AURI kita yang di"lock" oleh sistem kontrol singapura yang bersama US memiliki autoritas untuk menggunakan area itu sebagai lahan latihan . Kita sudah pernah diskusikan soal tersebut disini.
Apakah bijak, jika negara Malaysia terus menerus melakukan provokasi dan tidak peduli dengan semangat Asean...sementara kita harus disuruh bersabar karena semangat Asean ??? Saya geli sendiri melihat serangan orang terhadap Budiono yang menurut saya sangat tidak fair dan tidak bermutu...namun mengatakan bahwa SBY bijak dalam soal soal ini.....muak saya !!! Kemarin SBY menyerang konflik interest dari pengusaha yang jadi pejabat (jelas ditujukan pada JK dan PS). Dia lupa bahwa dia yang merekrut Kala dan Aburizal dan mempertahan aburizal walaupun kasus Lapindo telanjang di depan mata. Bijak ??????? Bijak kalau dia memecat Aburizal karena kasus Lapindo. Itu kelemahan bung bukan Bijak. Sebagaimana dengan berbagai sikapnya terhadap negara lain...itu kelemahan bukan kebijakan. Jika pingin jadi orang bijak.....jadilah filsuf... Walaupun saya toh melihat, pasangannya dengan Budiono masih terkuat hingga saat ini....... Iryanto ________________________________ From: Godlip Pasaribu <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, June 5, 2009 5:41:06 AM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Prabowo: Indonesia Diremehkan karena Miskin Itulah jawaban Presiden yang arif dan bijaksana. Kita tidak butuh Presiden yang preman atau sok jagoan seperti Bush yang inginnya perang melulu. Kita tidak buruh Presiden yang memanas-manasi rakyatnya untuk berperang. Powered by Telkomsel BlackBerry®
