He...he...he...Bung Adyanto, hanya Bung Karno satu-satunya yang berani 
menyatakan:"GANYANG MALINGSIA!"
Karena dulu Bung Karno TIDAK MENGGADAIKAN HASIL BUMINYA KEPADA NEGARA TETANGGA. 
Dan TIDAK MENGGANTUNGKAN PEMILIHAN DIRI BELIAU untuk menjadi PRESIDEN, dari 
negara tetangga tersebut.
 
Jadi sangat BERANI menyatakan ke-DAULATAN Negara Indonesia.
Nah....sekarang bagaimana........hasil bumi, hutan-hutan, pulau-pulaunya, 
bank-bank dan juga rumah sakitnya.....sudah jadi jarahan negara tetangga, kok? 
Mau berbuat apa lagi? Indonesia ini adalah "tambang emas" bagi negara tetangga.
 
Salam,
Yuli

--- On Tue, 6/2/09, Adyanto Aditomo <[email protected]> wrote:


From: Adyanto Aditomo <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Prabowo: Indonesia Diremehkan karena Miskin
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 2, 2009, 2:07 PM








Bung Simson Ginting,
 
Seharusnya kita bisa meniru RRC saat jaman Mao Ze Dong yang diprovokasi oleh 
Vietnam usai Perang Vietnam dalam kasus sengketa kepulauan Spartley.
Vietnam adalah negara kecil dibandingkan RRC, tetapi persenjataannya sangat 
modern, baik dari bantuan Soviet maupun rampasan dari Tentara Amerika..
Persenjataan RRC waktu itu sudah sangat ketinggalan jaman akibat di embargo 
oleh Soviet.
Tetapi dengan ketegasan Mao Ze Dong yang berani melawan Vietnam, akhirnya 
Vietnam mundur teratur karena merasa tidak ada untungnya perang habis - habisan 
melawan RRC.
Bagi RRC, karena ini menyangkut harkat bangsa dan negara, ya apa boleh buat, 
kalau perlu berjuang sampai titik darah yang penghabisan untuk melawan siapapun 
yang berani melecehkan Bangsa dan Negaranya.
 
Mengapa kita tidak berani melakukan hal yang serupa terhadap provokasi Angkatan 
Perang Malaysia???
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo

Kirim email ke