Ini sepertinya mirip dengan pernyataan korupsi sudah ada sejak jaman
VOC! Mau membuat justifikasi halus bahwa kita ini susah lari dari apa
yang namanya hutang dan korupsi.
Saya setuju hutang bukan hal yang harus ditabukan dalam membiayai
APBN. Tapi jangan juga sepertinya mau dijadikan kebiasaan
turun-temurun karena ada alasan sejarahnya. Paling tidak walau tidak
bermaksud buruk, tapi itu sebuah pernyataan yang tidak perlu dibuat
karena hanya akan makin meracuni jalan fikiran. Hutang mungkin adalah
perkara biasa. Tapi merasa terbiasa menjadi bangsa berhutang adalah
sangat luar biasa.
SH

On 6/29/09, Agus Hamonangan <[email protected]> wrote:
> Laporan wartawan PERSDA Hasanuddin Aco
>
> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/06/29/1321473/Menkeu.Utang.Ada.Sejak.Indonesia.Lahir
>
>
>
> JAKARTA, KOMPA.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengemukakan,
> utang luar negeri Indonesia sudah ada sejak negara ini lahir.
>
> "Pembiayaan APBN melalui utang bukan hal baru. Sejak negara ini lahir sudah
> ada utang," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di
> Gedung DPR Jakarta, Senin (29/6).
>
> Sri Mulyani yang juga Pelaksana Jabatan Menteri Koordinator Perekonomian ini
> hadir didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dan Deputi
> Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono. Rapat kerja khusus membahas
> tentang posisi dan pengelolaan utang dalam rangka kesinambungan fiskal
>
> Sri Mulyani mengatakan, zaman Orde Lama pembiayaan melalui utang dilakukan
> pemerintah saat itu untuk pembiayaan politik. "Politik konfrontasi dan
> kondisi ekonomi saat itu memburuk, maka utang diperlukan," kata dia.
>
> Kebijakan itu berlanjut hingga zaman Orde Baru. "Utang pemerintah Orba
> adalah komposisi utang masa lalu," ujarnya.
>
> Dia menambahkan, kebijakan utang berlanjut sejak jaman reformasi, mulai dari
> Presiden BJ Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, Megawati, dan presiden
> sekarang (Susilo Bambang Yudhoyono). "Ada masalah masa lalu yang confuse dan
> disampaikan sekarang, padahal banyak hal yang telah berubah dan upayakan
> perbaikan utang tidak seperti masa lalu, seperti transparansi dan
> sebagainya," kata dia.
>
> Sementara itu, Pjs Gubernur BI Miranda Goeltom dalam bahan tertulis yang
> disampaikan ke Dewan mengatakan, dalam pengelolaan utang pemerintah, Bank
> Indonesia senantiasa berkoordinasi secara aktif guna menjaga kesinambungan
> fiskal. "Untuk pengelolaan utang dalam negeri, BI akan senatiasa berperan
> sebagai pelaksana lelang surat utang pemerintah, termasuk penatausahanya,"
> kata Miranda.
>
> Adapun untuk pengelolaan utang luar negeri, Bank Indonesia berperan dalam
> menatausahakan utang luar negeri pemerintah. "Termasuk melaksanakan
> penarikan dan pembayaran utang luar negeri untuk dan atas nama pemerintah,"
> tuturnya.
>
>
> PERSDA Hasanuddin Aco
>
>


------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://epaper.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke