Aneh banget logika berpikirnya Presiden SBY dalam memberantas korupsi dan 
membuat jera para Koruptor! Bagaimana mungkin bisa menangkap mereka tanpa harus 
"menjebaknya!". Apa ya Koruptor Indonesia yang sudah lebih canggih dari para 
guru mereka di Italia dan China akan serta merta menyerahkan diri dan mengakui 
"kelakuan rasuah" mereka? Korupsi sudah menjadi budaya hidup ( tentu tidak 
semua orang menganut budaya ini). Di Indonesia sudah populer praktek "korupsi 
berjamaah". Yang melibatkan petinggi negara, petinggi partai dan anggota 
DPR-RI. Aparat Penegak Hukumnya ya sami mawon. Pada dewasa ini mereka adalah 
"Penguasa De Facto Negeri Ini!". Mereka adalah yang dipertuan yang berhak 
menentukan "keadilan dan kebenaran!" (ngemban pusaraning adil kata Sang 
Dalang). Kasus Ketua KPK Antasari dan "perseteruan" antara POLRI dan KPK lebih 
memberikan konfirmasi bagaimana "Para Penguasa Keadilan" di negeri ini lebih 
sibuk berebut pengaruh dan "kekuasaan".  Ternyata
 Antasari adalah "prototipe Jaksa Besar yang tidak mampu menegakkan Keadilan 
dan Kebenaran!". Kita tentu boleh bertanya kalau Antasari yang semula dipujikan 
dengan hormat dapat membuat kerja KPK lebih hebat ketimbang Taufikurrachman 
Rukie dengan mudah "tersandung konde" (yang kelihatannya merupakan kebiasaan 
dia). Lalu bagaimana dengan mimpi bangsa ini untuk memberantas Korupsi kedepan? 
KPK. POLRI, KEJAKSAAN DAN KEHAKIMAN adalah sekedar wadah dan atrubut kekuasaan. 
Sekali lagi membuktikan kebenaran adagium yang mengatakan : " AKHIRNYA YANG 
PALING MENENTUKAN ADALAH MANUSIANYA!" Masih tersediakah manusia Indonesia yang 
lebih baik dari Antasari dan kalau masih ada apakah mereka akan dapat 
kesempatan dalam pemerintahan SBY  untuk menduduki jabatan strategis untuk 
memberantas Korupsi dan menegakkan hukum di Indonesia? Kita tunggu saja apakah 
SBY memang "MEANS WHAT HE SAYS!" atau ..... Wallahualam!  Tjuk KS

--- Pada Sen, 13/7/09, Yuliati Soebeno <[email protected]> menulis:

Dari: Yuliati Soebeno <[email protected]>
Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Presiden: Jangan Jebak Koruptor
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 13 Juli, 2009, 10:26 PM




      Masalahnya Pak Presiden, dan saya tahu pasti bahwa Bapak juga sangat 
mendalami akan hal ini, bahwa masalah KORUPSI di Negara kita yang tercinta ini 
sudah MENGGURITA. Jadi langakh pertama saat ini untuk mencegah (karena agar 
sedikit punya rasa TAKUT, para KORUPTOR tersebut), ya dengan menjebak para 
KORUPTOR tersebut lebih dulu.

Yang sangat disayangkan lagi bahwa satu badan negara yang sebenarnya seharusnya 
berugas "melayani dan melindungi" rakyat yang tidak bermasalah, malahan menjadi 
salah satu badan (sarang) yang terkorup di Indonesia ini.

 

Jadi saya harap bapak sebagai Presiden terpilih, sudah seharusnya memberangus 
badan pemerintahan yang terkorup tersebut terlebih dahulu. Bukankah jika kita 
mau mengobati satu penyakit, kita cari darimana penyakit tersebut BERASAL, 
betul Bapak?

Pangkal masalah tersebut harus "DIPITES", sampai bersih dan sembuh, dan baru 
dilakukan "penghijauan" dengan bibit unggul, yang tidak akan bisa dimakan "HAMA 
KORUPSI"

SEMOGA...... .

 

Salam,

Yuli

Kirim email ke