Mas Tahun 2008,saya Ngerjakan Projeck untuk Aceh Lagi,Resmi dari guratan hati 
yang paling dalam untuk memajukan daerah tempat nenek Moyang saya,dan dari 
tempat saya kecil dulu bermain.

Saya Membuat sebuah Program Furniture Rattan Masuk Aceh,sekarang Pabrik dan 
Mesinnya sudah Masuk semua,malah ditambah lagi dengan 2 kali lipat,Itu juga 
sudah dijadikan bisnis para petinggi Negeri ini.

Saya maklum jika dengan adanya Proyek akan mendapatkan uang,namun kiranya ngak 
perlu sikat menyikat hasil pemikiran orang lain,kebetulan saya sendiri yang 
menjadi Tolak ukur berhasilnya Projek tersebut.

Waktu berjalan terus,Entertaiment mengucur seperti Tsunami Aceh.Muak aku 
melihat mereka,seharusnya dana yang begitu besar bisa dimamfaatkan dengan 
baik,malah masuk kantong para tokoh yang di tunjuk untuk memimpin.


Kejadian yang kesekian kali saya alami.saya melihat kemarutan dan keserakahan 
yang sangat luar biasa disana.semua bermain.padahal itu hasil pemikiran dan 
rencana yang saya buat,begitu mulus berjalan ,

Tapi baru saya sadari,mengapa begitu mulus,ternyata ada gajah dibalik 
tirai,gajahnya gemuk dan enak ditelan....

Setelah kejadian terakhir ini,saya berhenti dulu untuk berpikir untuk 
membantu,karena begitu ide itu keluar,kita didekatin,dipuji dan dipuja,tapi 
mereka menyikat hak-hak masyarakat secara terang terangan.

Siapa Mereka?
Mereka adalah Oknum pendosa yang seolah olah negeri ini adalah tempat ngemplang.
[email protected] http://teukumoedaabadi.blogspot.com

--- Pada Rab, 22/7/09, Y.B. Riyanto <[email protected]> menulis:

Dari: Y.B. Riyanto <[email protected]>
Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] MENGUBAH AIR ASIN MENJADI TAWAR SEPERTI 
MEMBALIKAN TELAPAK TANGAN MUDAHNYA
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 22 Juli, 2009, 9:10 AM






 





                  O begitu pengalaman yang Anda alami. Memang menyedihkan sikap 
pejabat seperti itu. Bahkan, memalukan.



Pengalaman selama ini, kampus kami -swasta - selama berhubungan dengan 
pemerintah masih tidak ada kendala. Baik itu dengan Dikmenjur, Deperin ataupun 
Pemda². Sampai sekarang kerjasama itu juga masih berjalan. Ada yang berupa ide 
pemikiran, ada yang berupa produk dan ada juga yang kerja konkret bersama.



riyanto

Kirim email ke