Syukurlah Pak bahwa memori penjajahan dan kekejaman Belanda di negeri ini tidak dilupakan sekaligus sebagai bahan pelajaran bahwa persatuan di negeri ini adalah modal utama ke depannya.
Kalau saya boleh usul daripada yang sudah bersatu ini kita pikirkan, apa nggak kita kembangkan bagaimana yang sudah ada kita perluas. Barangkali bisa kita lakukan penelitian bagaimana negara negara di Asia Tenggara ini plus papua nugini bahkan Timor Leste bisa terintegrasi menjadi satu sistem seperti di Eropa sana. Integrasi mereka terbukti malah memberikan manfaat buat penduduknya jika dimanajemen secara baik termasuk penyatuan jerman barat dan jerman timur. Kalau bisa bersatu kenapa mesti berpisah ? Regards, Heri Setiono --- In [email protected], Adyanto Aditomo <adyantoadit...@...> wrote: > > Bung Heri Setiono, > > Kita tidak sedang membahas untuk melunakkan kebengisan Belanda dalam menjajah > Indonesia, tetapi sedang menelusuri kebenaran Sejarah Indonesia dan alasan > terbentuknya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). > > Persoalannya banyak dari generasi muda kita yang saat mempelajari sejarah > Indonesia melihat kenyataan bahwa saat Belanda masuk ke wilayah yang kemudian > disebut oleh Belanda sebagai Hindia Belanda, itu terdiri dari puluhan bahkan > ratusan Kerajaan kecil - kecil tetapi berdaulat penuh atas wilayahnya.
