Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/24/13265790/Soal.Tari.Pendet..Indonesia.Perlu.Gertak.Malaysia



JAKARTA, KOMPAS.com â€" Klaim Malaysia atas tari pendet yang dikenal sebagai 
budaya Bali kembali menambah panjang daftar klaim negara tetangga itu atas aset 
kekayaan budaya Indonesia.

Sikap Malaysia yang terus-terusan mengklaim budaya Indonesia dinilai karena 
tidak tegasnya Pemerintah Indonesia. Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR Yusron 
Ihza Mahendra mengatakan, kali ini pemerintah harus bersikap keras.

"DPR sangat menyesalkan sikap Malaysia yang lagi-lagi mencaplok kebudayaan 
Indonesia untuk kepentingan komersial. Sudah berulang kali terjadi. Kita lihat, 
hal semacam ini tidak layak dan tidak terpuji. Pemerintah perlu mengambil 
tindakan tegas," ujar Yusron kepada wartawan, Senin (24/8) di Gedung DPR, 
Jakarta.

Sikap tegas itu bukan saja melalui nota diplomasi. Menurut Yusron, pemerintah 
bisa bersikap lebih keras dengan menarik Duta Besar Indonesia di Malaysia. 
"Atau sebaliknya, Dubes Malaysia di Indonesia disuruh pulang ke negaranya. 
Kalau tidak tegas, akan berulang terus sikap Malaysia ini," kata dia.

Langkah politik terhadap persoalan ini dipandang akan lebih efektif 
dibandingkan menempuh langkah hukum. Jika pemerintah mampu bersikap tegas, 
menurut Yusron, Malaysia akan lebih menghormati Indonesia.

"Sebenarnya Malaysia tahu apa yang dilakukannya tidak berdasar. Hanya, 
pemerintah tidak tegas sehingga mereka berani. Dari sisi parlemen, kami akan 
mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas ke Malaysia," ujar politisi Partai 
Bulan Bintang ini.

Dalam pekan ini, Komisi Pertahanan akan mengadakan rapat dengan jajaran 
Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan. Persoalan dengan Malaysia akan 
menjadi salah satu materi yang menjadi pembahasan.

Kirim email ke