Kali ini saya setuju pendapat YIM. Malingsia tak kan jera kalau kita selalu 
bisa dininabobokan dengan alasan kita saudar serumpun, mari kita berunding 
untuk mencari penyelesaian yang baik…..

Malingsia selalu berlindung atas nama saudara serumpun ketika mereka diprotes 
karena tindak criminal yang dilakukannya.

Untuk apa punya saudar serumpun seperti malingsia kalau harta kita dirampok 
terus. Malingsia gak pernah jera karena kita lembek bak ayam sayur dalam kasus 
batik, angklung, dan lagu rasasayang nge……

Ganyang Malingsia. Copot nama jalan yang berbau malingsia seperti Hang Tuah, 
hang Jebat, Hang….lain2 dari kota-kota di Indonesia.

Tabik

RnB

(lagi geram, pada hal berpuasa……astagfirullah.)

 

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of agushamonangan
Sent: Monday, August 24, 2009 3:06 PM
To: [email protected]
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Soal Tari Pendet, Indonesia Perlu Gertak 
Malaysia

 

  

Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/24/13265790/Soal.Tari.Pendet..Indonesia.Perlu.Gertak.Malaysia

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Klaim Malaysia atas tari pendet yang dikenal sebagai 
budaya Bali kembali menambah panjang daftar klaim negara tetangga itu atas aset 
kekayaan budaya Indonesia.

Sikap Malaysia yang terus-terusan mengklaim budaya Indonesia dinilai karena 
tidak tegasnya Pemerintah Indonesia. Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR Yusron 
Ihza Mahendra mengatakan, kali ini pemerintah harus bersikap keras.

"DPR sangat menyesalkan sikap Malaysia yang lagi-lagi mencaplok kebudayaan 
Indonesia untuk kepentingan komersial. Sudah berulang kali terjadi. Kita lihat, 
hal semacam ini tidak layak dan tidak terpuji. Pemerintah perlu mengambil 
tindakan tegas," ujar Yusron kepada wartawan, Senin (24/8) di Gedung DPR, 
Jakarta.

Sikap tegas itu bukan saja melalui nota diplomasi. Menurut Yusron, pemerintah 
bisa bersikap lebih keras dengan menarik Duta Besar Indonesia di Malaysia. 
"Atau sebaliknya, Dubes Malaysia di Indonesia disuruh pulang ke negaranya. 
Kalau tidak tegas, akan berulang terus sikap Malaysia ini," kata dia.

Langkah politik terhadap persoalan ini dipandang akan lebih efektif 
dibandingkan menempuh langkah hukum. Jika pemerintah mampu bersikap tegas, 
menurut Yusron, Malaysia akan lebih menghormati Indonesia.

"Sebenarnya Malaysia tahu apa yang dilakukannya tidak berdasar. Hanya, 
pemerintah tidak tegas sehingga mereka berani. Dari sisi parlemen, kami akan 
mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas ke Malaysia," ujar politisi Partai 
Bulan Bintang ini.

Dalam pekan ini, Komisi Pertahanan akan mengadakan rapat dengan jajaran 
Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan. Persoalan dengan Malaysia akan 
menjadi salah satu materi yang menjadi pembahasan.








*****
This message may contain confidential and/or privileged information. If you are 
not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you must not 
use, copy, disclose or take any action based on this message or any information 
herein. If you have received this communication in error, please notify us 
immediately by responding to this email and then delete it from your system. PT 
Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete transmission 
of the information contained in this communication nor for any delay in its 
receipt.
*****


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke