ironis, sungguh ironis
rakyat berdesakan antre dan berkeringat basah
untuk selembar uang dan sebungkus bungkisan,
enam ribu bingkisan jadi rebutan,
sang gubernur tidak melihat bahkan tidak merasa,
rakyat terinjak-injak dan saling menginjak,
meskipun kumis tebal tidak sampai menutup matanya,
kemiskinan bermula dari desa-desa
karena tanah-tanah mereka semakin langka,
juga direkayasa dijual murah oleh aparat-nya sendiri,
termasuk aparat penegak hukum disemua tingkatan,
dan kong-kang-likong hebat diantara mereka untuk menutupinya,
memang menjijikkan, tapi itulah yang harus ditelan oleh bangsa ini.
rakyat desa sewaktu-waktu tidak dapat bertanya kenapa,
kenapa tanah mereka harus dijual murah,
kenapa mereka harus menerima kemiskinan,
tanpa daya dari siapapun  untuk membela mereka,
sedangkan aparatnya makin bergelimang syahwat kekuasaan,
petani, desa dan kemiskinan tetap tak berubah,
kecuali ada gagasan baru sebagai solusinya,
bukan sekedar industrilalisasi tanpa visi
tapi industrialisasi yang mengajak petani dan desa bersama-sama
bukan sekedar menjadi pemasok kebutuhan global,
yang hanya menguntungkan sekelompok orang
dan menguntungkan segelintir aparat pajak, bea dan cukai
semakin kegendutan menumpuk depositonya
tumbuhkan kembali kepercayaan wong ndeso,
bukan hanya sekedar menerima bantuan, dan menerima seterusnya,
toh ada sesuatu yang bisa mereka kerjakan bersama,
dengan mendidik mereka untuk berusaha bersama,
untuk mengatasi permainan harga sembako yang sering menggila,
permainan dari tahun ketahun,
yang hanya menguntungkan para pedagang sadis
yang diberi  kuasa untuk impor maupun menimbun sembako,
dan tentunyan upeti besar pada pemberi kuasanya
apa kerjanya birokrasi didaerah dengan anggaran yang melimpah.
pemberdayaan rakyat desa sudah jadi keharusan,
jika kita tidak ingin melihat
mereka saling menginjak saling dorong dan kehilangan anaknya
untuk mendapatkan bingkisan dan amplop
seharga setengah piring pizza lezat direstoran mewah,
selamat merayakan hari taya idul fitri, 1430 H,
mohon maaf lahir batin,
salambambangsulistomo.

2009/9/22 Arif Budimanta <[email protected]>

> Mas tomi mengatakan saatnya untuk mengempowering mereka....lapis bawah
> masyarakat.
>
> Empowering ataupun empowerment berasal dari kata power.
>
> Memberikan kekuatan/penguatan ataupun kekuasaan kepada lapis sosial
> masyarakat yang terbawah atau masyarakat pada umumnya dalam realitasnya
> terkadang berhenti ketika pemilu usai.
>
> Emansipatory policy planning ataupun budget planning ..adalah salah satu
> tools untuk mengantarkan cita2 yang mas tomi angankan dan tuliskan.
>
> Mungkin itulah sebenarnya harapan dari 'Ali dan Sundari' dalam kehidupan
> kesahariannya..
>
> Selamat iedul fitri...
>
> Salam,
>
> Arif Budimanta
>
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT


------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke