om john yang semangat,
kita semua pasti mendidik anak dilingkungan rumah,
misalnya keluarga kita tidak merokok, diapun tidak,
eeeh suatu waktu paru-parunya si anak diperiksa,
ternyata ada flek-nya,
akibat lingkungannya yang penuh asap rokok,
sekali waktu dia diminta bos-nya menghitung sebuah proyek
yang akan ditenderkan oleh negara.,
dia diminta untuk melakukan mark-up harga barang kebutuhan proyek tersebut,
anak saya keberatan, karena selisihnya besar sekali,
dan itu pasti akan merugikan negaranya.
apa kata si bos : udah lah, kan nanti kita juga harus bagi-bagi
pada wakil rakyat dan pada si pimpro !
si anak menjawab : bagaimana kalau ada yang melaporkannya
pada aparat penegak hukum ?
si bos menjawab : alaaa udah deh, hukum bisa kita atur kok !
terpaksa si anak yang sudah kita didik kejujuran, bahkan ke-solehan
mengikuti kemauan si bos yang juga terpaksa tidak jujur.
dan itu semua terjadi dan dialami banyak orang.,
misalnya kalau ada anak orang lainnya,
yang ngelamar nyari kerja untuk jadi pns , mungkin juga untuk
jadi jaksa, jadi hakim, jadi polisi, jadi pegawai imigrasi, pegawai lapas,
jadi guru dan sebagainya,
mau enggak mau ada juga yang harus nyediakan uang tidak sedikit.
kata mereka sebagai pelicin agar dijamin diterima.
oleh karena uangnya itu berasal dari hutang,
maka si anak setelah berhasil dapat jabatan,
terpaksa dia harus juga membayar hutang pinjamannya.
semua itu terpaksa mereka lakukan sebagai insan Tuhan YME,
meskipun mereka rajin sholat lima waktu,
meskipun mereka rajin kebaktian atau misa digereja,
meskipun mereka  rajin sembahyang di pura.
semua terpaksa pada awalnya, tapi bisa saja
pada akhirnya sudah jadi way of life di negeri kita ini.
apa anak kita apa tidak boleh keluar rumah om  ?, hehehehe
salambambangsulistomo.

2009/9/22 john <[email protected]>

>
>
> Mas Aditomo
> Basic segalanya adalah pendidikan.
> Berapa sih subsidi pemerintah ke dunia pendidikan?
> Hampir 50 juta orang Indonesia gak berpendidikan (gak sekolah gak lulus
> SD). Pendidikan rendah bagaimana negara mau kuat?
> Untung masih diimbangi belajar agama di pesantren di desa-desa, artinya,
> moral untuk hidup lurus jadi fondasi banyak orang Indonesia.
>
> Jangan pikir luas deh, apa yang bisa kita perbuat masing-masing dari
> sekitar kita meningkatkan pendidikan masyarakat sekitar kita, pendidikan
> anak dan keluarga kita, bisa?
> Mulailah dari yang kecil saja dulu.
>
> Lets do it !
>
> John

Kirim email ke