orang perancis punya ungkapan noblige oblige, yang bisa
kita tafsirkan, gelar, pangkat membawa tanggungjawab.
di dalam masyarakat kita, "nama" adalah gelar yang paling
utama. makanya misalnya di jawa, "jeneng" lebih penting
ketimbang "jenang"; nama lebih diutamakan dan nama yang
disandang berkaitan dengan kapasitas dan posisi sosial.
pak marto dipanggil "martopangrawit" karena dianggap
beliau sebagai pakar/ahli karawitan. dan banyak rekan]
saya sebagai seniman tradisi mendapat gelar dari kraton
surakarta hadiningrat sesuai dengan kapasitasnya sebagai
pangrawitv dan penari. namun tak sedikit memang orang
ingin benar mendapatkan gelar krt (kanjeng raden tumenggung)
misalnya hanya untuk mendongkrak gengsinya.
sebenarnya tak mengapa bagi siapapun untuk menyandang
gelar akademis asalkan memang sesuai dengan kapasitas,
dan dengan pembu8ktian kapasitas itulah maka martabatnya
dipertahankan.dan kita menyaksikan banyak orang yang
dengan membeli gelar berusaha membeli martabat. dia
pikir, martabaT sama dengan martabaK. itu namanya
keblinger.





________________________________
From: Ramadhani <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, September 30, 2009 2:11:30 PM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Gelar dan artinya buat kita

  
pekerjaan saya sesuai dengan gelar saya. tapi ga pernah saya pake
gelarnya...biar orang lihat hasil karya saya saja. di kartu nama pun ga saya
tulis gelarnya. saya sepakat dengan pak manneke soal seminar, rasanya ga
perlu sebut gelar juga, cukup googling aja kita langsung tau itu
pembicaranya siapa.
------------ ----
Aryo Satyo Ramadhani

http://ramagoo. blogspot. com

Kirim email ke